Buku “Samarinda dalam 3 Masa” Resmi Diluncurkan, Ungkap Perjalanan Kota dari Masa ke Masa

Selasa, 18 November 2025
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Samarinda meluncurkan buku sejarah perkembangan Kota Tepian. (istimewa)

BAIT.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Samarinda resmi meluncurkan buku “Samarinda Dalam 3 Masa: Merapah Kenangan Masa Lalu, Wajah Hari Ini, dan Bayangan Esok” pada Senin 17 November 2025 siang. Peluncuran ini dirangkai dengan penandatanganan naskah Perjanjian Kerja Sama (MoU) bersama sejumlah satuan pendidikan.

Acara tersebut dihadiri Plt Asisten I Setda Samarinda Asli Nuryadin, Kepala Dispursip Samarinda Erham Yusuf, perwakilan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), para penulis buku, hingga para kepala sekolah yang menjadi mitra kerja sama.

Baca juga  Maksimalkan Aset Pemkot, Perumda Varia Niaga Incar Sektor Properti Mahasiswa

Buku Samarinda Dalam 3 Masa sendiri merupakan karya kolektif 22 penulis dari berbagai latar belakang. Lewat tulisan-tulisan mereka, buku ini merangkum perjalanan Samarinda dari masa lampau, potret kota di masa kini, hingga gambaran arah pembangunan ke depan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkot Samarinda dalam memperkuat budaya literasi, merawat sejarah lokal, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mendokumentasikan identitas kotanya.

Baca juga  Borneo FC Jinakkan Persis Solo demi Puncak Klasemen

Dalam sambutannya, Asli Nuryadin menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi kemajuan sebuah daerah. “Literasi bukan hanya soal membaca. Literasi adalah cara kita memahami masa lalu, menentukan pilihan hari ini, dan menyiapkan masa depan,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi terbitnya buku ini sebagai kerja kolaboratif yang layak diteruskan. “Karya seperti ini menjadi penanda bahwa masyarakat Samarinda tidak kehilangan jejak sejarahnya,” lanjutnya.

Baca juga  Samarinda Gelar Ekspos IKLH 2025: Kualitas Udara Membaik, Penertiban Sungai Diperketat

Melalui peluncuran buku dan kerja sama dengan sekolah-sekolah, Pemkot Samarinda berharap ekosistem literasi semakin menguat, terutama di lingkungan pendidikan. Upaya ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya lokal.

“Kami berharap buku ini dapat menginspirasi masyarakat untuk mencintai sejarah kotanya dan menjadi rujukan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (csv)

Bagikan