BAIT.ID – Bagi pemilik motor bekas, komponen satu ini sering luput dari perhatian: selang rem. Padahal, bagian kecil yang menghubungkan tuas rem dengan kaliper ini punya peran krusial terhadap sistem pengereman. Jika kondisinya sudah aus, risiko rem blong bisa mengintai kapan saja.
“Ciri slang rem harus ganti itu bisa dilihat dari fisiknya,” ujar Suryo, mekanik bengkel R59 Racing, Ciputat, Tangerang Selatan.
Menurut Suryo, motor yang sudah berumur biasanya mulai menunjukkan tanda-tanda selang rem mengeras atau getas. Permukaannya retak-retak dan tak lagi lentur. Kondisi ini bisa memicu kebocoran minyak rem secara perlahan.
“Selang rem yang getas dan retak bikin minyak rem rembes, sehingga volumenya berkurang,” lanjutnya.
Tak hanya itu, selang rem yang rusak juga berpotensi memunculkan “angin palsu” di jalur minyak rem. Jika dibiarkan, tekanan hidrolik akan menurun dan efek paling berbahaya: rem blong. “Selang rem yang getas ini juga bisa bikin muncul angin palsu hingga rem blong,” tegas Suryo.
Jika sudah ada indikasi bocor, penggantian wajib segera dilakukan. Untungnya, harga selang rem bawaan pabrikan tergolong ramah di kantong, mulai Rp100–300 ribu tergantung jenis motornya. “Selain selang, area nipple atau banjo juga perlu dicek. Kalau sudah berkarat, itu juga bisa jadi sumber kebocoran minyak rem,” tutupnya.
Jadi, jangan anggap sepele selang rem. Periksa secara rutin, dan ganti jika mulai getas atau retak. Keselamatan di jalan tak bisa ditawar. (csv)








