BAIT.ID – Pemkot Samarinda terus berupaya mengoptimalkan aset daerah guna memacu pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terbaru, Pemkot merencanakan pemanfaatan ruang terbuka (rooftop) lantai delapan Pasar Pagi sebagai kawasan pusat kuliner berkonsep panorama lanskap Sungai Mahakam.
Langkah strategis ini digagas sebagai upaya menggabungkan potensi pariwisata urban, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan optimalisasi fungsi bangunan publik di pusat Kota Tepian.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa usulan pemanfaatan area seluas hampir satu hektare tersebut telah disampaikan resmi kepada Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Menurut Marnabas, potensi estetika lanskap dari ketinggian lantai delapan memiliki nilai jual tinggi yang dapat menggaet kunjungan masyarakat luas, khususnya pada sore hingga malam hari. “Pemandangan ke arah Sungai Mahakam dari lantai delapan ini sangat luar biasa. Potensi ruang ini akan kami manfaatkan secara bertahap untuk mendukung daya tarik Pasar Pagi,” ujar Marnabas saat dikonfirmasi, baru-baru ini.
Rencana integrasi fungsi kuliner di area rooftop ini selaras dengan catatan kineja positif Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda. Sektor usaha makanan dan minuman (restoran/kafe) terbukti menjadi salah satu kontributor vital dalam realisasi penerimaan pajak daerah. Bahkan hingga pertengahan Juli ini, capaian target penerimaan daerah dari sektor kuliner tercatat telah melampaui angka 100 persen.
Marnabas optimistis, tingginya dinamika konsumsi masyarakat pada sektor gaya hidup dan kuliner malam hari akan menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian lokal jika wadahnya disiapkan secara efisien. “Realisasi dari sektor kuliner menunjukkan tren yang sangat positif. Melalui integrasi ruang usaha baru di rooftop Pasar Pagi, kami ingin menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan—merealisasikan potensi PAD sekaligus memberi ruang tumbuh bagi pelaku usaha,” pungkasnya. (csv)








