BAIT.ID – Komisi II DPRD Kota Samarinda mendesak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan Perumda Varia Niaga untuk meningkatkan kinerja serta memperkuat sinergi dalam upaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Dorongan ini muncul di tengah kondisi keuangan daerah yang menuntut efisiensi dan inovasi.
Desakan tersebut mengemuka dalam rapat pembahasan rancangan perubahan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2021 tentang Perusahaan Umum Daerah Varia Niaga yang digelar pekan lalu.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan pembahasan kali ini difokuskan pada efisiensi anggaran dan peningkatan kinerja perusahaan daerah agar memberi dampak nyata terhadap PAD. “Prinsipnya sekarang efisiensi. Kalau mau bicara kesejahteraan, semua harus ikat pinggang dulu,” ujarnya.
Komisi II saat ini tengah menelaah neraca keuangan serta berbagai tantangan yang dihadapi Varia Niaga untuk menentukan langkah pengawasan dan rekomendasi yang tepat. Evaluasi juga dilakukan terhadap Dispenda, khususnya dalam pemanfaatan alat chip pembayaran pajak yang terhubung dengan Bankaltimtara.
Menurut Viktor, sejumlah pelaku usaha sudah memasang alat tersebut, namun belum mengaktifkannya secara optimal. “Padahal jika berfungsi maksimal, sistem ini bisa mempercepat proses pembayaran dan meningkatkan akurasi data pajak,” tambahnya.
Sementara itu, pengelolaan aset milik Varia Niaga seperti Teras Mahakam mulai menunjukkan perkembangan positif. Setelah sempat tertahan karena belum ada surat perintah kerja dari wali kota tahun lalu, kini aktivitas pengelolaan aset tersebut mulai kembali berjalan secara bertahap.
Viktor menegaskan, Komisi II berharap kolaborasi yang solid antara Dispenda dan Varia Niaga dapat memperkuat kemandirian keuangan daerah.“Kami ingin sinergi ini benar-benar berdampak pada peningkatan penerimaan daerah,” katanya. (csv)








