Empat Bank Resmi Salurkan Program Gratis Administrasi Rumah

Jumat, 29 Agustus 2025
Dinas PUPR-Pera Kaltim menggelar konferensi pers bersama Diskominfo terkait program Gratispol

BAIT.ID – Pemprov Kaltim resmi meluncurkan salah satu program unggulan Gratispol, yakni pembebasan biaya administrasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Empat bank telah ditunjuk sebagai pelaksana program ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyebutkan bank pelaksana tersebut adalah Bank Mandiri, BTN, BTN Syariah, dan Bankaltimtara. Keempatnya bertugas memverifikasi kelengkapan dokumen pemohon sebelum menyalurkan dana langsung ke pengembang.

Baca juga  Kaltim di Usia 69: Kilau Ekonomi Kota, Luka Menganga di Desa

“Bank hanya berperan sebagai pelaksana. Setelah verifikasi, dana akan diteruskan ke pihak pengembang,” ujar Fitra dalam konferensi pers, Jumat, 29 Agustus 2025 siang.

Program ini menanggung biaya tambahan yang kerap membebani pembeli rumah, seperti biaya provisi, administrasi bank, notaris, akta jual beli, dan lain-lain. Menurut Fitra, meski nilainya terkesan kecil, komponen biaya tersebut cukup banyak. “Pemprov Kaltim menanggung hingga maksimal Rp10 juta per unit,” jelasnya.

Baca juga  Efisiensi Anggaran Pangkas Dana Desa, Pemdes Didorong Lebih Mandiri

Skema program dibuat sederhana. Pemohon cukup berhubungan dengan pengembang dan bank. Setelah memilih rumah, pengajuan permohonan dilakukan ke bank. Jika lolos verifikasi, pembayaran langsung disalurkan dari rekening ke pengembang.Sebagai payung hukum, Pemprov Kaltim telah menerbitkan Pergub Nomor 27/2025 tentang Fasilitasi Pembiayaan Pemilikan Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dalam aturan itu ditegaskan, penerima manfaat adalah warga dengan penghasilan maksimal Rp11 juta per tahun.

Baca juga  Proyeksi Ekonomi Kaltim 2026: Sektor Hilirisasi dan IKN Jadi Penopang di Tengah Redupnya Batu Bara

Fitra menambahkan, tujuan utama program ini adalah mempersempit kesenjangan antara kebutuhan rumah dan jumlah hunian yang tersedia. Selain itu, memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap memiliki kesempatan memiliki rumah sendiri. (csv)

Bagikan