BAIT.ID – Warga Samarinda sepertinya harus mulai bersiap menyapa era baru dalam urusan parkir. Pemkot Samarinda tengah mematangkan skema parkir berlangganan yang diproyeksikan bakal mengubah wajah perparkiran kota menjadi lebih tertata dan digital.
Bukan cuma soal merapikan barisan kendaraan, langkah ini diambil untuk memberikan kepastian layanan bagi pengendara sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menariknya, kebijakan ini tidak langsung menyasar masyarakat umum secara luas. Sebagai langkah awal, para Aparatur Sipil Negara (ASN) akan menjadi kelompok pertama yang mencicipi sistem ini.Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyebutkan bahwa fokus saat ini adalah pendataan dan pendaftaran bagi para abdi negara tersebut. “Konsepnya memang untuk seluruh warga, tapi kami mulai dari ASN dulu sebagai tahap implementasi awal,” jelasnya pada Senin 16 Februari 2026.
Lupakan repotnya merogoh kocek mencari uang pas atau menunggu kembalian di lokasi parkir. Sistem ini nantinya menggunakan kartu digital berbasis barcode. Langkah ini dianggap lebih praktis. Pengguna tinggal memindai kartu saat parkir. Tidak ada lagi transaksi uang fisik di titik parkir yang sudah ditentukan. Data pun dinilai lebih akurat, Dishub bisa memantau titik mana saja yang paling padat kendaraan sebagai bahan evaluasi penataan lahan parkir ke depan.
Jika ingin berlangganan, Pemkot telah menetapkan tarif tahunan yang cukup kompetitif. Untuk kendaraan Roda Empat dipatok Rp1.000.000 per tahun. Sedangkan Roda Dua Rp500.000 per tahun.
Saat ini, Dishub sudah mulai memasang papan informasi di beberapa titik kota sebagai penanda lokasi parkir berlangganan. Setelah rencana ini dipaparkan secara resmi ke DPRD, Dishub akan segera tancap gas melakukan sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat. (csv)







