Fasilitas Listrik Jadi Kunci Operasional TPA Sambutan

Minggu, 19 Oktober 2025
Progres pembangunan Zona 2 TPA Sambutan terus mengalami kemajuan. Terbaru instalasi listrik telah terpasang untuk menunjang operasional. (istimewa)

BAIT.ID – Revitalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan terus menunjukkan progres nyata. Terbaru, infrastruktur kelistrikan di kawasan itu telah terpasang dan siap menjadi penopang utama sistem pengolahan sampah modern yang tengah dibangun.

Proyek revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki fisik TPA. Pemkot Samarinda membawa konsep baru pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Dalam sistem tersebut, fasilitas listrik menjadi komponen vital karena menjadi sumber daya utama untuk menggerakkan seluruh peralatan pengolahan, mulai dari mesin pemilah, pengering, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Baca juga  Isu Beras Oplosan Rugikan Pedagang, DPPKUKM Kaltim dan Satgas Pangan Lakukan Penelusuran

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang rutin memantau perkembangan proyek, memastikan sistem kelistrikan kini telah berfungsi. Tinggal menunggu proses interkoneksi akhir menuju IPAL. “Penerangan dan listrik sudah terpasang. Listriknya sudah masuk, tinggal penyambungan dari trafo ke tempat pengolahan yang sedang disiapkan di IPAL,” jelas Saefuddin, Jumat 17 Oktober 2025 lalu.

Baca juga  Lefundes Siap Jaga Konsistensi, Borneo FC Belajar dari Musim Lalu

Menurutnya, penyelesaian jaringan listrik menjadi tahapan krusial. Begitu sambungan ke IPAL rampung, berbagai fasilitas utama bisa langsung diuji coba dan mempercepat operasional penuh TPA Sambutan.

Saefuddin juga menyebut, meski sempat terkendala cuaca, progres pekerjaan berjalan cukup baik. “Untuk TPA Sambutan progresnya lumayan. Mudah-mudahan akhir tahun sudah bisa selesai,” ujarnya optimistis.

Baca juga  DPRD Samarinda Soroti Jajanan Pinggir Jalan, Diskes Perkuat Pengawasan Sekolah

Sebelumnya, pada 7 Oktober lalu, Saefuddin meninjau langsung area proyek. Dalam kesempatan itu, ia memberi arahan khusus untuk mempercepat penataan lahan di zona 2 yang dianggap area strategis dan menjadi fokus utama revitalisasi.

Meski belum merinci persentase progres fisik, Saefuddin memastikan target penyelesaian proyek tetap sesuai jadwal. “Seperti disampaikan teman-teman PU, akhir 2025 bisa selesai,” pungkasnya. (csv)

Bagikan