BAIT.ID – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, geram melihat kondisi jalan Sangatta–Bengalon yang nyaris putus. Saat meninjau langsung di lapangan, ia menegaskan agar PT Kaltim Prima Coal (KPC) segera melakukan perbaikan, mengingat kerusakan diduga kuat akibat aktivitas tambang perusahaan tersebut.
Jalur ini merupakan satu-satunya akses darat yang menghubungkan Sangatta dengan Bengalon sekaligus pintu masuk menuju wilayah utara Kaltim, termasuk Kabupaten Berau. Artinya, distribusi logistik maupun mobilitas warga sangat bergantung pada kondisi jalan tersebut.
“Bapak tahu dampak sosialnya kalau jalan ini benar-benar putus?” sindir Rudy kepada jajaran manajemen PT KPC yang ikut mendampingi peninjauan.
Rudy menyebut kerusakan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan di sejumlah ruas lain dengan kondisi serupa. Bahkan, sebagian badan jalan hanya tersisa separuh. “Saya lihat ini bukan rawan lagi, tapi sudah putus sebelah. Tinggal tunggu waktu sebelum benar-benar terputus,” tegasnya.
Ia memperingatkan, jika akses vital ini benar-benar terputus, dampaknya akan meluas. Tidak hanya warga yang akan kesulitan mengirim logistik, tapi juga ribuan pekerja yang melintas setiap hari. “Ekskavator saja yang lewat bobotnya 21 ton. Jalannya cuma sebelah. Apa tidak cepat putus, Pak?” ujarnya menambahkan.
Karena itu, Gubernur meminta PT KPC segera berkoordinasi lebih serius dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim untuk penanganan cepat. Sebab, meski jalur tersebut berstatus jalan nasional (APBN), kerusakan disebabkan aktivitas tambang.
“Kalau dalam waktu dekat tidak ada tindak lanjut, maka kegiatan tambang PT KPC kita hentikan sampai jalannya dibenahi,” tegas Rudy.
Menanggapi hal itu, General Manager ESD PT KPC, Wawan Setiawan, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BBPJN serta memperbaiki sejumlah titik. “Memang ada ruas yang masih perlu kami bahas lebih lanjut dengan BBPJN. Sebagian perbaikan sebelumnya sudah kami lakukan,” kata Wawan. (csv)








