Harga TBS Sawit Kaltim Turun Akibat Lesunya Harga CPO dan Kernel

Rabu, 5 November 2025
Harga TBS di Kaltim kembali turun, hal ini tentu berdampak pada pendapatan petani lokal. (ilustrasi)

BAIT.ID – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur tercatat mengalami penurunan pada periode 16–31 Oktober 2025. Koreksi harga ini terjadi seiring melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) di hampir seluruh perusahaan sumber data acuan penetapan harga.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, menjelaskan bahwa dinamika harga global turut memengaruhi daya serap pasar sawit di daerah. “Penurunan ini tentu berdampak pada harga TBS yang diterima petani sawit di Kaltim,” ujar Muzakkir dalam keterangan resmi, Senin, 3 November 2025 pagi.

Baca juga  RPJMD Kaltim Tetap Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Pada periode tersebut, harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp14.313,01 per kilogram, sementara kernel berada di level Rp12.943,94 per kilogram, dengan indeks K sebesar 89,06 persen.

Penetapan harga TBS petani pun ikut terkoreksi. Untuk tanaman berumur 3 tahun, harga TBS tercatat Rp2.961,63 per kilogram. TBS umur 4 tahun dihargai Rp3.156,10 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.177,22 per kilogram, dan umur 6 tahun Rp3.211,93 per kilogram. Adapun TBS berumur 7 tahun dibanderol Rp3.231,72 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.255,69 per kilogram, umur 9 tahun Rp3.325,91 per kilogram, dan mencapai Rp3.364,82 per kilogram untuk umur 10 tahun.

Baca juga  Estimasi Sementara Pemangkasan DBH hingga 78 Persen

Muzakkir menegaskan bahwa daftar harga ini berlaku bagi petani sawit yang telah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit, khususnya kebun plasma. Kemitraan ini diharapkan menjaga stabilitas harga di tingkat petani serta mencegah praktik permainan harga oleh tengkulak.

“Melalui kerja sama dengan pabrik kelapa sawit, kita ingin memastikan harga yang diterima petani sesuai standar dan kesejahteraan petani sawit terus meningkat,” tegasnya. (csv)

Baca juga  Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Petani Nikmati Lonjakan Pendapatan
Bagikan