Insinerator Jadi Harapan Baru Kurangi Beban Sampah di Samarinda

Rabu, 29 Oktober 2025
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar

BAIT.ID – Upaya Pemerintah Kota Samarinda untuk mengatasi penumpukan sampah kian serius. Salah satu langkah nyata yang tengah dikebut adalah pengadaan 10 unit mesin insinerator, teknologi pembakaran terkendali yang diharapkan mampu memangkas beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan dengan kapasitas satu mesin bisa mengolah hingga 10 ton sampah per delapan jam. Maka teknologi ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengurangi timbunan sekitar 615 ton sampah per hari di Kota Tepian. “Tinggal bagaimana semua tahapan bisa terpenuhi, agar insinerator ini segera bisa berfungsi dan membantu mengurangi beban TPA,” ujarnya.

Baca juga  Wajah Baru Masjid Raya Darussalam: Oase di Jantung Ekonomi Samarinda

Politikus Gerindra ini juga memastikan, Komisi III akan mengawal proses pembangunan insinerator tersebut berjalan sesuai aturan. Menurutnya, setiap tahapan harus mengacu pada regulasi agar proyek ini dapat berfungsi maksimal dan berkelanjutan. “Kami sudah membahas secara teknis dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda. Semua aspek harus lengkap dan landasan hukumnya jelas agar insinerator ini bisa benar-benar optimal,” ujar Deni.

Baca juga  Fasilitas Listrik Jadi Kunci Operasional TPA Sambutan

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemilahan sampah sejak awal sebelum masuk ke mesin pembakar. Efektivitas insinerator, kata Deni, sangat bergantung pada kualitas bahan baku yang diolah. “Sampah harus dipilih dan dipilah terlebih dahulu, terutama sampah organik yang sebaiknya dalam kondisi kering supaya proses pembakarannya efisien,” jelasnya.

Saat ini, pembangunan lokasi penempatan insinerator sudah mencapai sekitar 80 persen. Deni optimistis, jika mesin telah tiba dan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diterbitkan, maka operasionalnya bisa segera dimulai. (csv)

Baca juga  Program Magister Hukum Untag Samarinda Hadir, Jawab Kebutuhan Pendidikan Tinggi di Kaltim
Bagikan