BAIT.ID – Pemprov Kaltim memastikan stabilitas fiskal daerah tetap terjaga meski terdapat dinamika pada realisasi pendapatan. Berdasarkan hasil evaluasi APBD 2025, ditemukan potensi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp500 miliar yang diproyeksikan bakal memperkuat pendanaan pada tahun anggaran 2026.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan bahwa setelah dilakukan tinjauan mendalam terhadap neraca penerimaan dan belanja, realisasi pendapatan daerah berada di angka sekitar 90 persen dari target.
Meski belum mencapai angka sempurna, Seno menegaskan bahwa kondisi ini tidak akan memicu defisit. Salah satu faktor utama yang memengaruhi angka tersebut adalah adanya dana transfer pusat yang kurang salur sepanjang tahun 2025. “Informasi yang kami terima, kekurangan salur tersebut akan dirapel dan disalurkan pada tahun 2026. Angka pastinya saya tidak hafal detailnya, namun proyeksi SiLPA kita ada di kisaran Rp500 miliar,” ujar Seno Aji.
Selain faktor eksternal dari pusat, Seno juga menyoroti kinerja internal di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mengakui bahwa serapan anggaran di tiap instansi belum merata, dengan beberapa di antaranya masih di bawah target.
Tetapi ada beberapa kendala yang diidentifikasi. Pertama akibat adanya perubahan kewenangan hingga sejumlah wewenang dari daerah ditarik ke pemerintah pusat. Selanjutnya mengenai masalah teknis di tingkat lokal yang menghambat akselerasi belanja. Serta masih adanya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum terpungut secara maksimal.
Menyikapi hal tersebut, Pemprov Kaltim berkomitmen melakukan pembenahan signifikan pada tahun ini. Fokus utama adalah mendongkrak kinerja OPD agar penyerapan anggaran lebih produktif dan tepat sasaran.
Dengan dukungan dana SiLPA dan rapelan dana transfer pusat, Bumi Etam diharapkan memiliki ruang gerak fiskal yang lebih luas untuk mengeksekusi program-program strategis di tahun 2026 tanpa bayang-bayang defisit anggaran. (csv)








