BAIT.ID – Stadion Segiri kembali membara. Atmosfer panas menyelimuti laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 saat Borneo FC Samarinda menjamu PSIM Yogyakarta, Minggu 1 Februari 2026 lalu. Bukan sekadar tiga poin, laga ini menjadi panggung pembuktian bagi empat penggawa anyar Pesut Etam yang baru saja mencicipi debut manis di hadapan publik Samarinda.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Kaio Nunes langsung mencuri perhatian. Dipercaya tampil sebagai starter, pemain asal Brasil ini hanya butuh 29 menit untuk mencatatkan namanya di papan skor. Sebuah tandukan tajam yang merobek jala Laskar Mataram menjadi bukti kualitasnya sekaligus membawa tuan rumah unggul lebih dulu.
Di lini belakang, rekan senegaranya, Cleylton Santos, tampil bak karang. Mengawal jantung pertahanan sejak menit awal, Cleylton menunjukkan ketenangan dan kedisiplinan tingkat tinggi, membuat barisan penyerang PSIM frustrasi sepanjang laga.
Pergantian taktik di babak kedua menjadi kunci. Mohammad Khanafi masuk pada menit ke-63 menggantikan M. Sihran untuk menyegarkan alur serangan. Namun, pahlawan sesungguhnya muncul dari bangku cadangan pada menit ke-75.
Koldo Obieta, striker yang baru merasakan atmosfer sepak bola Indonesia, masuk menggantikan Marcos Astina. Saat laga tampak akan berakhir imbang, Obieta menunjukkan insting predatornya. Memasuki masa injury time (90+2’), ia menyambar peluang emas untuk mengunci kemenangan dramatis 2-1 bagi Borneo FC.
Keberhasilan kuartet debutan ini (Kaio, Cleylton, Obieta, dan Khanafi) melengkapi puzzle transfer Borneo FC setelah sebelumnya Ardi Idrus dan Marcos Astina lebih dulu merumput. Pelatih kepala, Fabio Lefundes, tak mampu menyembunyikan rasa puasnya atas perjudian manis di bursa transfer paruh musim ini.
“Saya bersama staf pelatih bekerja keras selama 10 hari terakhir untuk mencari pemain yang benar-benar tepat bagi karakter tim ini. Itu bukan pekerjaan mudah,” ungkap Lefundes.
Pelatih asal Brasil tersebut memberikan kredit khusus bagi Koldo Obieta yang langsung nyetel meski minim pengalaman di Liga Indonesia. “Koldo hanya mengenal liga ini dari informasi yang kami berikan, tapi dia menjawabnya di lapangan. Saya sangat puas dengan performa seluruh pemain baru. Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan. Tentu mereka masih butuh adaptasi lebih jauh, tapi saya yakin performa mereka akan terus melonjak,” pungkasnya dengan nada optimis.
Kemenangan ini tak hanya mengamankan poin penuh, tapi juga menjadi sinyal bahaya bagi rival-rival di BRI Super League, Pesut Etam telah berevolusi. (csv)








