Maksimalkan Aset Pemkot, Perumda Varia Niaga Incar Sektor Properti Mahasiswa

Rabu, 4 Februari 2026
Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade

BAIT.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga mulai melakukan diversifikasi gaya bisnis dengan merambah sektor properti residensial. Langkah ini ditandai dengan optimalisasi aset milik Pemkot Samarinda melalui pengelolaan kos syariah putri yang diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

Meski baru memulai simulasi operasional pada akhir Oktober lalu, yang notabene bukan merupakan siklus puncak penerimaan mahasiswa baru, unit usaha ini mencatatkan performa yang cukup stabil. Dari total kapasitas 50 Kamar, tingkat hunian (Okupansi) diklaim mencapai 60 persen atau 30 lebih kamar terisi.

Baca juga  Serap Aspirasi di Sungai Kapih: Suparno Perjuangkan Pemerataan Infrastruktur Dasar

Kemudian target pasar mahasiswi belum sepenuhnya tergarap maksimal. Harga Sewa yang dipatok berkisar Rp2 juta – Rp2,3 juta per bulan. “Label ‘Syariah’ yang dimaksud merujuk pada sistem manajemen dan regulasi hunian, bukan batasan eksklusif bagi pemeluk agama tertentu,” ujar Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade.

Sementara dari perspektif fiskal, kerja sama ini menggunakan skema bagi hasil (profit sharing) yang cukup ketat guna menjamin kontribusi ke kas daerah. Berdasarkan ketetapan Wali Kota Samarinda, distribusi laba bersih diatur Pemkot Samarinda dapat 60 persen (setoran langsung), Perumda Varia Niaga sisanya 40 persen.

Baca juga  Pedagang Pasar Pagi Samarinda Mulai Didata Ulang

Syamsuddin menambahkan adanya mekanisme kontribusi berlapis. Selain setoran langsung, sebesar 30 perseb dari laba bersih yang dikantongi Perumda juga wajib disetorkan kembali sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Ini sesuai regulasi BUMD yang telah mencatatkan profit. Jadi kontribusi unit bisnis ini cukup besar sebenarnya,” ungkapnya.

Ke depan, Varia Niaga berencana mengembangkan konsep mixed-use sederhana di lokasi tersebut. Perusahaan akan mengintegrasikan hunian dengan unit retail Bebaya Mart, yang mencakup minimarket, pusat Alat Tulis Kantor (ATK), serta Food & Beverage (Kafe).

Baca juga  Pemkot Bahas Isu Strategis Samarinda dengan Komisi XII DPR RI

“Konsepnya mengadopsi keberhasilan Bebaya Mart Antasari. Saat ini kami sedang menunggu finalisasi administrasi dari BPKAD terkait penyesuaian branding aset sebelum memulai operasional komersial secara penuh,” pungkas Syamsuddin. (csv)

Bagikan