Membedah Gratispol: Ambisi Kaltim Hapus Sekat Ekonomi di Bangku Kuliah

Kamis, 15 Januari 2026
Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni.

BAIT.ID – Persoalan biaya seringkali menjadi tembok besar yang menghalangi lulusan SMA di Kaltim untuk melirik kursi universitas. Menanggapi tantangan ini, Pemprov Kaltim terus memacu program unggulan Gratispol. Sebuah inisiatif ambisius yang menjanjikan kuliah tanpa biaya dari jenjang Diploma hingga Doktor (S3).

Pesan tersebut ditegaskan kembali oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, di sela pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, Rabu 14 Januari 2026. Ia menekankan bahwa program yang sudah berjalan sejak 2025 ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas di Benua Etam.

Baca juga  Wagub Kaltim Minta Kajian Menyeluruh soal Penyebab Banjir di Kutim dan Berau

Meski memberikan akses cuma-cuma, Sri Wahyuni mengingatkan bahwa program ini membawa beban tanggung jawab yang besar bagi mahasiswa maupun pihak kampus. Pemerintah tidak ingin label gratis justru menurunkan etos belajar mahasiswa.

“Kami tidak ingin bantuan ini membuat mahasiswa jadi tidak serius. Pemerintah dan kampus harus melakukan supervisi ketat agar penerima manfaat benar-benar memanfaatkan peluang ini untuk berprestasi,” ujar Sri.

Baca juga  Kabar Pemotongan TKD Sudah Keluar, DPRD Tunggu Penjelasan Pemprov Kaltim

Dalam transisi menuju SDM yang lebih unggul, perguruan tinggi seperti Untag Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mitra pengawas. Kemudian Sri Wahyuni juga menyoroti beberapa poin penting yang harus dijaga pihak kampus. Pertama soal tata kelola program ini. Akuntabilitas administrasi diminta terus berjalan agar bantuan tepat sasaran. Kualitas layanan kampus juga diminta ditingkatkan. Untuk memastikan fasilitas pendidikan sebanding dengan ambisi mencetak SDM unggul. Kemudian mendorong mahasiswa agar lulus tepat waktu dan tidak terlena dengan subsidi yang ada.

Baca juga  Ombudsman Kaltim Rombak Cara Nilai Layanan Publik, Fokus Pada Kepuasan Warga

Bagi Pemprov Kaltim, Gratispol adalah cara mereka memastikan tidak ada anak daerah yang putus sekolah karena kendala ekonomi. Namun, Sri menegaskan bahwa kunci keberhasilan program ini tetap ada di tangan para mahasiswa.

Integrasi antara dukungan finansial dari pemerintah dan kesungguhan belajar di ruang kelas diharapkan mampu mengubah wajah Kaltim di masa depan. “Dari kampus inilah, masa depan Kaltim yang lebih baik sedang dipersiapkan,” pungkasnya. (csv)

Bagikan