BAIT.ID – Upaya Pemprov Kaltim untuk membuka akses darat di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kini dihadapkan pada tantangan klasik, keterbatasan ruang fiskal. Meski pembangunan konektivitas menjadi prioritas, efisiensi anggaran memaksa proyek strategis di kabupaten termuda Kaltim ini harus berjalan secara bertahap.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, mengungkapkan bahwa meskipun Pemprov berkomitmen penuh terhadap pembangunan infrastruktur di Mahulu, minimnya anggaran menuntut perhitungan skala prioritas yang sangat cermat. Untuk menyiasati hal ini, koordinasi intensif terus dilakukan guna menarik dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Efisiensi anggaran ini memang menjadi tantangan nyata. Pemerintah harus benar-benar berhitung mengenai skala prioritas, namun kami pastikan rencana pembangunan konektivitas ini tetap menjadi fokus utama,” ujar Ekti, baru-baru ini.
Fokus utama saat ini tertuju pada pengerjaan jalur Tering–Ujoh Bilang yang membentang sepanjang 135 kilometer. Saat ini, masih terdapat sisa sekitar 33 kilometer jalan yang memerlukan peningkatan kualitas. Pengerjaannya dilakukan secara kolaboratif bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
“Dari sisa 33 kilometer tersebut, porsi tanggung jawab Pemprov Kaltim hanya 13 kilometer, sementara sisanya akan didukung oleh bantuan APBN,” urai legislator asal daerah pemilihan Mahulu tersebut.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov Kaltim telah mengucurkan tambahan anggaran sebesar Rp90 miliar pada tahun ini. Mengingat jalur penghubung tersebut berstatus non-status karena merupakan akses yang baru dibuka, hal ini memungkinkan keterlibatan lintas level pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten. Ekti optimistis bahwa pengerjaan fisik jalur ini dapat dituntaskan pada 2027 mendatang.
Ambisi memutus isolasi Mahulu tidak berhenti sampai di situ. Setelah jalur Tering–Ujoh Bilang rampung, Pemprov berencana melanjutkan pembangunan jalan dari Ujoh Bilang menuju Long Pahangai sepanjang 100 kilometer, yang kembali akan mengandalkan sinergi dengan pemerintah pusat.
Tahap akhir dari rencana besar ini adalah menyambungkan Long Pahangai ke Long Apari sepanjang 60 kilometer. Jika seluruh rangkaian ini terealisasi, maka seluruh wilayah di Mahakam Ulu dipastikan akan terhubung sepenuhnya melalui jalur darat. “Target untuk Mahulu memang masih sangat panjang, namun langkah-langkah strategis terus kita upayakan agar konektivitas ini segera terwujud,” pungkasnya. (csv)







