Memoles Wajah Pariwisata Kaltim: Dari Sertifikasi SDM hingga Panggung Internasional

Jumat, 9 Januari 2026
Desa wisata seperti yang dibangun di Desa Pela, Kutai Kartanegara ini bakal terus dikembangkan Pemprov Kaltim. (istimewa)

BAIT.ID – Kaltim kini tak lagi sekadar mengandalkan kekayaan alamnya yang mentah. Melalui serangkaian langkah strategis, Benua Etam mulai berbenah untuk menciptakan standar baru dalam industri pelesir, mulai dari peningkatan mutu pelayan di lapangan hingga membawa budaya lokal ke panggung dunia.

Potensi destinasi yang indah akan sia-sia tanpa layanan yang mumpuni. Menyadari hal tersebut, Dinas Pariwisata Kaltim gencar melakukan sertifikasi kompetensi bagi para pelaku wisata. Tujuannya untuk memastikan wisatawan mendapatkan layanan profesional berstandar nasional.

Baca juga  DPRD Kaltim Dukung Upaya Pemkot Samarinda Ubah Sampah Jadi Listrik

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan bahwa pondasi terkuat pariwisata ada pada manusianya. “Pariwisata bukan cuma soal tempat, tapi soal rasa dan layanan. Itulah alasan mengapa penguatan kompetensi pelaku ekonomi kreatif dan wisata jadi harga mati bagi kami,” ungkapnya.

Tren wisata kini bergeser ke arah pengalaman otentik. Di tingkat akar rumput, pendampingan terhadap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) diperkuat agar desa-desa di Kaltim bisa mengelola potensinya secara mandiri tanpa kehilangan kearifan lokal.

Baca juga  Perda Penyelenggaran Pendidikan Akan Disinkronkan dengan Program Gratispol

Di sisi lain, geliat ekonomi kreatif mendapatkan tempat baru di Temindung Creative Hub. Bekas bandara ini disulap menjadi ruang inkubasi bagi para kreator lintas subsektor untuk berkolaborasi, memperluas jejaring, hingga memoles produk lokal agar punya nilai jual lebih tinggi di pasar global.

Promosi besar-besaran juga dilakukan melalui ajang East Borneo International Folklore Festival (EBIFF). Festival budaya internasional ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya strategis untuk meletakkan Kalimantan Timur dalam peta destinasi budaya dunia.

Baca juga  Kaltim di Usia 69: Kilau Ekonomi Kota, Luka Menganga di Desa

“Kami ingin pariwisata Kaltim tumbuh secara berkualitas. Bukan hanya soal angka kunjungan yang naik, tapi bagaimana pengalaman wisatawan itu berkesan dan uang yang mereka belanjakan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat lokal,” tambah Ririn.

Langkah-langkah ini menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata sedang dipersiapkan menjadi mesin ekonomi baru bagi Kaltim. Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha, pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi pilar utama kesejahteraan masyarakat di masa depan. (csv)

Bagikan