BAIT.ID – Berada di jantung Kota Banjarmasin, Menara Pandang menjadi salah satu destinasi wisata yang paling populer bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa khas “Kota Seribu Sungai”. Dari atas menara setinggi 30 meter ini, pengunjung dapat menikmati panorama Sungai Martapura dan keindahan kota dari berbagai sisi.
Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, memang tak bisa dipisahkan dari sungai. Julukan “Kota Seribu Sungai” muncul karena sungai menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat, mulai dari transportasi air, perdagangan, hingga pariwisata. Tak heran jika Menara Pandang yang berdiri tepat di tepi Sungai Martapura ini menjadi ikon kota yang selalu ramai.
Menara Pandang Banjarmasin terdiri dari empat lantai, dengan desain terbuka di lantai satu dan empat. Dari sini, wisatawan bisa langsung merasakan semilir angin sungai sambil memandangi pemandangan kota tanpa terhalang dinding. Untuk mencapai puncaknya, pengunjung perlu menaiki 155 anak tangga. Meski terdengar melelahkan, semua terbayar begitu sampai di atas.
Dari sisi timur, terbentang Pegunungan Meratus yang hijau sebagai latar belakang alami kota. Sisi selatan menyuguhkan keindahan Sungai Martapura lengkap dengan perahu-perahu yang melintas tenang. Sementara ke arah barat, tampak kawasan pertokoan yang sibuk, mencerminkan denyut kehidupan Kota Banjarmasin.
Menara Pandang bukan sekadar tempat melihat pemandangan. Lokasinya yang strategis menjadikannya spot favorit untuk menyaksikan matahari terbenam. Sore hari, langit Banjarmasin sering kali berubah warna menjadi jingga keemasan, menciptakan suasana romantis dan tenang. Tak sedikit wisatawan datang lebih awal demi mendapatkan posisi terbaik saat momen sunset tiba.
Selain pemandangan, Menara Pandang juga memiliki daya tarik budaya. Di lantai tiga, terdapat Galeri Baiman yang menampilkan karya foto dan lukisan dari seniman lokal. Karya-karya ini mengangkat kekayaan Kalimantan, mulai dari satwa endemik seperti bekantan dan beruang madu, hingga ikon-ikon kota seperti Pasar Terapung, Masjid Sabilal Muhtadin, Rumah Anno, dan Warung Lanting.
Lantai satu yang berbentuk plaza juga sering menjadi tempat berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari lomba, donor darah, hingga latihan kesenian. Bahkan, Menara Pandang kerap dipilih sebagai lokasi resepsi pernikahan karena pemandangannya yang menawan dan kapasitasnya yang cukup besar, mampu menampung hingga 500 orang.
Berkunjung ke Menara Pandang Banjarmasin bukan sekadar menikmati pemandangan dari ketinggian. Ini adalah pengalaman menyelami kehidupan sungai dan budaya masyarakat Banjar. Setelah puas di menara, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan menyusuri Sungai Martapura menggunakan perahu, berbelanja di kawasan pertokoan sekitar, atau mencicipi kuliner khas Kalimantan Selatan.
Jika Anda merencanakan liburan ke Banjarmasin, sempatkanlah mampir ke Menara Pandang—tempat terbaik untuk merasakan keindahan kota sungai ini dari sudut pandang yang berbeda. (csv)








