BAIT.ID – Genderang persaingan BRI Super League memasuki fase krusial. Tak ingin kehilangan momentum, Borneo FC resmi mengalihkan gigi ke level tertinggi. Setelah sempat berfokus pada pemulihan kebugaran fisik, kini skuad berjuluk Pesut Etam tersebut mulai melahap menu taktik yang jauh lebih intens di lapangan hijau.
Juru taktik Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan bahwa perubahan porsi latihan ini adalah kebutuhan mutlak. Baginya, sisa musim ini bukan lagi soal bertahan, melainkan soal konsistensi dan ketangguhan mental untuk tetap berada di jalur perebutan takhta juara. “Momen penutup musim selalu menjadi ujian berat, baik dari sisi mental maupun konsistensi permainan. Kami harus benar-benar siap menghadapi segala situasi di lapangan,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Saat ini, posisi Borneo FC di papan klasemen terbilang sangat kompetitif. Bertengger di peringkat kedua dengan raihan 54 poin, Pesut Etam hanya terpaut selisih empat angka dari Persib Bandung yang tengah nyaman di puncak klasemen.
Jarak yang tipis ini membuat api optimisme di ruang ganti tetap menyala. Peluang untuk mengangkat trofi masih terbuka lebar, asalkan kesalahan sekecil apa pun bisa diminimalisir di laga-laga sisa. “Kami masih punya peluang untuk meraih target tersebut. Yang terpenting adalah tetap fokus dan terus bekerja keras agar mimpi (juara) itu bisa menjadi kenyataan,” tambah Lefundes.
Dengan tekanan yang kian memuncak, setiap laga ke depan bagi Borneo FC akan terasa seperti partai final. Kini, publik Samarinda menanti pembuktian di lapangan. Mampukah intensitas latihan yang digenjot ini dikonversi menjadi poin penuh demi menjaga asa juara tetap hidup hingga akhir musim?
Tapi satu hal yang pasti, Borneo FC dituntut tampil tanpa cela jika tak ingin terpeleset di tikungan terakhir. (csv)








