Mitigasi Risiko Inflasi Jelang Ramadan: Samarinda Fokus Seimbangkan Stok dan Intervensi Harga

Jumat, 20 Februari 2026
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat memimpin rapat pengendalian inflasi dan pemantauan harga barang pokok selama Ramadan. (istimewa)

BAIT.ID – Pemkot Samarinda memperketat pengawasan instrumen pengendali inflasi guna mengantisipasi lonjakan permintaan (demand shock) menjelang Ramadan. Fokus utama diarahkan pada stabilitas rantai pasok dan normalisasi harga komoditas pangan yang mulai menunjukkan tren kenaikan secara nasional.

Dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Rabu 18 Februari 2026 lalu, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menekankan pentingnya respons kebijakan berbasis data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). “Data SP2KP menjadi rujukan kita. Jika cabai dan ayam menjadi penyumbang kenaikan secara nasional, maka kita harus lebih cepat memastikan stok aman dan distribusi lancar di daerah,” ujar Saefuddin.

Baca juga  Gerakan Pangan Murah Samarinda Diserbu Warga, Banyak Sembako Ludes dalam Hitungan Jam

Langkah ini diambil menyusul rilis data Kementerian Perdagangan yang menempatkan cabai rawit dan daging ayam ras sebagai kontributor utama kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan kedua Februari 2026.

Secara nasional, harga cabai rawit tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 16,60 persen dibandingkan Januari 2026, melampaui ambang Harga Acuan Penjualan (HAP). Di tingkat lokal, harga cabai di pasar Samarinda kini bertengger di kisaran Rp70.000 – Rp75.000 per kg. Sebagai langkah mitigasi, pemerintah melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan mematok harga Rp60.000 per kg.

Dari sisi supply side, Perumda Varia Niaga mengonfirmasi posisi stok ayam beku di cold storage sebesar 35 ton dengan buffer stock mingguan sebesar 15 ton. Meski harga di tingkat produsen naik akibat siklus hidup ayam (DOC), pasokan untuk area Samarinda diklaim masih dalam batas aman.

Baca juga  DPRD Samarinda Soroti Jajanan Pinggir Jalan, Diskes Perkuat Pengawasan Sekolah

Di sektor perikanan, total stok ikan (tangkap dan budidaya) mencapai lebih dari 63 ton. Namun, volatilitas harga terlihat pada ikan layang yang menyentuh Rp48.000 – Rp50.000 per kg akibat faktor musiman dan cuaca yang mempengaruhi produktivitas nelayan.

Selain pangan, Pemkot juga memperketat pengawasan pada rantai distribusi energi. Sidak metrologi terhadap tabung LPG 3 kg dan 5 kg dilakukan untuk memastikan integritas volume dan mencegah praktik penimbunan oleh spekulan menjelang hari raya.

Baca juga  Pendidikan Gratis Bukan Solusi Jika Kesenjangan Tidak Hilang

Sementara itu, Bulog Kantor Cabang Samarinda memastikan ketahanan stok beras untuk beberapa bulan ke depan. Untuk beras medium ada 7.650 ton, beras premium, 233 ton. Minyak Goreng 13.764 ton dan Gula Pasir ada 42 ton.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, distribusi Beras SPHP sebanyak 20 ton telah digelontorkan melalui titik-titik GPM pekan lalu. Melalui kombinasi antara operasi pasar dan penguatan program kemandirian pangan seperti Pangan Pekarangan Lestari (P2L), Pemkot Samarinda berupaya menjaga angka inflasi tetap berada dalam sasaran target nasional. (csv)

Bagikan