BAIT.ID – Kekhawatiran publik soal potensi bencana ekologis di dekat Sungai Kelay, Berau, akhirnya direspons oleh Pemprov Kaltim. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turun langsung ke lokasi tambang batu bara milik PT Supra Bara Energi (SBE) untuk memastikan aktivitas mereka tidak mengancam lingkungan sekitar.
Langkah ini diambil menyusul sorotan tajam terkait posisi tambang yang berada sangat dekat dengan badan sungai di wilayah Desa Rantau Panjang dan Pagar Bukur.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menyebutkan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga sekitar. Dari hasil pantauan di lapangan, pihak perusahaan mengklaim telah melakukan sejumlah langkah teknis untuk menahan pergerakan tanah. “Dari hasil tinjauan ini pihak perusahaan sudah menjalankan langkah antisipasi,” ujar Bambang, pekan lalu.
Mulai dari memakai teknik grouting, atau injeksi semen ke dalam tanah untuk memperkuat struktur lereng. Memasang Drainhole, saluran untuk mengurangi kadar air dalam material agar tanah tidak jenuh dan mudah longsor. Hingga menata dinding dengan bentuk jenjang (bench) agar dinding tambang lebih stabil secara struktural.
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian adalah penutupan lubang tambang (void). PT SBE menargetkan proses ini rampung sepenuhnya pada Agustus 2026.
Berbeda dengan beberapa kasus tambang yang meninggalkan lubang menganga, manajemen PT SBE berkomitmen melakukan backfilling 100 persen alias penimbunan penuh. Rencananya, area bekas tambang tersebut akan diuruk hingga mencapai ketinggian lebih 5 mdpl dengan lebar sekitar 500 meter.
Upaya ini diharapkan bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan agar ekosistem Sungai Kelay tetap terjaga dan risiko bencana lingkungan bisa ditekan seminimal mungkin. (csv)








