Nasib Sungai Kelay: ESDM Kaltim Pantau Langsung Penanganan Lubang Tambang PT SBE

Kamis, 5 Februari 2026
Kepala ESDM Kaltim, Bambang Arwanto meninjau langsung kondisi pertambangan di Berau. (istimewa)

BAIT.ID – Kekhawatiran publik soal potensi bencana ekologis di dekat Sungai Kelay, Berau, akhirnya direspons oleh Pemprov Kaltim. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turun langsung ke lokasi tambang batu bara milik PT Supra Bara Energi (SBE) untuk memastikan aktivitas mereka tidak mengancam lingkungan sekitar.

Langkah ini diambil menyusul sorotan tajam terkait posisi tambang yang berada sangat dekat dengan badan sungai di wilayah Desa Rantau Panjang dan Pagar Bukur.

Baca juga  DPRD Kaltim Temukan Masalah Kualitas Proyek Jalan Marangkayu, Soroti Pengawasan PUPR

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menyebutkan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga sekitar. Dari hasil pantauan di lapangan, pihak perusahaan mengklaim telah melakukan sejumlah langkah teknis untuk menahan pergerakan tanah. “Dari hasil tinjauan ini pihak perusahaan sudah menjalankan langkah antisipasi,” ujar Bambang, pekan lalu.

Mulai dari memakai teknik grouting, atau injeksi semen ke dalam tanah untuk memperkuat struktur lereng. Memasang Drainhole, saluran untuk mengurangi kadar air dalam material agar tanah tidak jenuh dan mudah longsor. Hingga menata dinding dengan bentuk jenjang (bench) agar dinding tambang lebih stabil secara struktural.

Baca juga  Dispora Kaltim Dorong Olahraga Tradisional Jadi Perhatian Serius

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian adalah penutupan lubang tambang (void). PT SBE menargetkan proses ini rampung sepenuhnya pada Agustus 2026.

Berbeda dengan beberapa kasus tambang yang meninggalkan lubang menganga, manajemen PT SBE berkomitmen melakukan backfilling 100 persen alias penimbunan penuh. Rencananya, area bekas tambang tersebut akan diuruk hingga mencapai ketinggian lebih 5 mdpl dengan lebar sekitar 500 meter.

Baca juga  Pemerintah Pusat Dorong Kaltim Percepat Layanan Digital

Upaya ini diharapkan bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan agar ekosistem Sungai Kelay tetap terjaga dan risiko bencana lingkungan bisa ditekan seminimal mungkin. (csv)

Bagikan