Pelabuhan Sunda Kelapa, Ikon Wisata Tua yang Tetap Memikat di Jakarta

Rabu, 22 Oktober 2025
Pelabuhan Sunda Kelapa yang menyimpan banyak jejak sejarah. Termasuk pelabuhan tertua dan terpenting di Nusantara. (istimewa)

BAIT.ID – Terletak di pesisir utara Jakarta, Pelabuhan Sunda Kelapa berdiri sebagai saksi bisu perjalanan panjang kota ini. Bukan sekadar pelabuhan, kawasan ini menyimpan jejak sejarah maritim Nusantara yang telah bergulir sejak lebih dari delapan abad lalu.

Catatan aktivitas perdagangan di Sunda Kelapa telah ada sejak abad ke-12, ketika wilayah ini berada di bawah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara dan kemudian Kerajaan Sunda. Bahkan Tome Pires, penjelajah asal Portugis pada awal abad ke-16, mencatat Sunda Kelapa sebagai pelabuhan strategis yang ramai dalam jalur perdagangan internasional. Saat itu, kapal-kapal dari berbagai negeri bersandar di sini untuk menukar barang, mulai dari porselen, sutra, kopi, kuda, hingga anggur. Untuk ditukar dengan rempah-rempah Nusantara yang sangat diburu pasar dunia.

Baca juga  Pemkot Samarinda Percantik Citra Niaga, Menara Enggang Siap Bersinar dengan Lampu Tematik

Lebih dari sekadar dermaga, Sunda Kelapa menjadi simpul pertemuan budaya dan ekonomi maritim yang kemudian membentuk wajah Batavia. Ketika VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mendirikan benteng di kawasan ini pada abad ke-17, Sunda Kelapa menjelma menjadi pusat kekuasaan kolonial Belanda dan cikal bakal kota Jakarta modern.

Kini, peran Sunda Kelapa memang bukan lagi sebagai pelabuhan utama. Namun denyut sejarahnya belum padam. Kapal-kapal pinisi tradisional yang masih bersandar di dermaga menjadi pemandangan ikonik, seolah menjaga cerita lama agar tak pernah hilang ditelan waktu.

Baca juga  “Radiasi HP: Efek Jangka Panjang dan Cara Aman Menggunakannya”

Bagi wisatawan pencinta sejarah, kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang lebih dari sekadar panorama. Dalam jarak berjalan kaki, terdapat tiga museum penting: Museum Bahari yang menyimpan kisah kejayaan maritim Nusantara, Museum Wayang yang merekam khazanah seni tradisi, serta Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) yang menjadi pintu gerbang memahami awal mula kota ini tumbuh.

Baca juga  Pemprov Kaltim Jajaki Kerja Sama Wisata dan Budaya dengan Uzbekistan

Tak hanya memikat para penikmat sejarah, pelabuhan ini juga kerap menjadi lokasi favorit sesi foto pre-wedding. Latar kapal kayu dan suasana pelabuhan tua menghadirkan kesan klasik dan romantis yang sulit ditandingi.

Sunda Kelapa bukan hanya tempat persinggahan kapal, melainkan pelabuhan ingatan, di mana masa lalu dan masa kini saling menyapa. Riuh aktivitas dagang masa lampau kini berganti menjadi alunan sunyi yang mengundang siapa saja untuk mengenang, merenungi, dan merasakan denyut sejarah Jakarta. (csv)

Bagikan