BAIT.ID – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat menjadi ujian berat bagi Pemkot Samarinda. Tahun ini, nilai transfer dari Kementerian Keuangan turun hampir 49 persen, atau sekitar Rp 1,2 triliun dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dikhawatirkan akan memperlambat laju pembangunan kota.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda, Cahya Ernawan, tak menampik situasi ini sangat menekan fiskal daerah. Namun di balik itu, ia melihat momentum untuk memperkuat kemandirian keuangan kota. “Rasio kemandirian memang naik, meski karena dana pusat turun. Tapi ini jadi cambuk bagi kita untuk benar-benar mandiri lewat PAD,” ujarnya.
Untuk menjaga roda pembangunan tetap berputar, Pemkot mengandalkan strategi optimalisasi pendapatan daerah tanpa menambah beban masyarakat. Fokus diarahkan pada pembenahan basis data pajak dan digitalisasi sistem pelaporan untuk menutup celah kebocoran.“Kami tidak ingin menciptakan pajak baru. Yang dilakukan adalah memperkuat pengawasan dan memastikan potensi yang ada benar-benar masuk ke kas daerah,” tegas Cahya.
Meski tekanan fiskal meningkat, Cahya memastikan semangat kerja jajaran Bapenda tidak akan kendor. “Dengan atau tanpa penurunan TKD, kami tetap fokus tingkatkan PAD. Tapi ya tetap dengan rasa keadilan, bukan membebani masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun juga terus berupaya memperjuangkan pencairan sisa kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) 2025 sebesar Rp 266,8 miliar ke Kemenkeu. Dana itu diharapkan bisa menjadi “nafas tambahan” untuk menyeimbangkan fiskal daerah.
“Kalau itu cair, setidaknya bisa membantu kita menjaga keseimbangan fiskal,” ujarnya.
Di tengah tekanan anggaran, Pemkot tetap berkomitmen memenuhi belanja wajib seperti pendidikan 20 persen dan kesehatan 10 persen. Namun Andi mengakui, pemangkasan TKD ini berpotensi menahan laju sejumlah proyek pembangunan yang sudah direncanakan.
“Dengan kondisi fiskal seperti sekarang, kami dipaksa berinovasi. Kemandirian daerah bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Andi Harun. (csv)








