BAIT.ID – Pemkot Samarinda mewaspadai potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejumlah langkah antisipasi pun mulai disiapkan, salah satunya dengan memastikan ketersediaan stok barang di pasaran.
Kewaspadaan ini muncul seiring mulai terjadinya kenaikan harga sejumlah komoditas, khususnya cabai dan bawang. Meski kondisi inflasi dan deflasi saat ini masih terpantau terkendali, Pemkot menegaskan tidak boleh lengah.
Asisten II Setkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan keseimbangan inflasi menjadi kunci utama menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Inflasi itu tidak boleh terlalu tinggi dan juga tidak boleh terlalu rendah. Kalau terlalu tinggi, masyarakat yang dirugikan karena daya beli menurun. Tapi kalau deflasi terlalu dalam, itu juga berbahaya bagi pergerakan ekonomi,” jelasnya.
Dalam pertemuan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah yang menangani sektor pangan, perdagangan, hingga transportasi, Pemkot meminta adanya koordinasi intensif serta langkah teknis yang segera dijalankan dalam beberapa hari ke depan.
Marnabas juga menginstruksikan Bagian Perekonomian Setkot Samarinda untuk menyusun jadwal pemanggilan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Perhubungan. Fokus utama koordinasi tersebut adalah pengawalan jalur distribusi barang agar pasokan tetap lancar.
“Kalau jalur transportasinya bermasalah, harga bisa langsung naik. Itu yang harus dijaga,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Pemkot Samarinda juga berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga serta operasi pasar, terutama untuk komoditas yang berpotensi memicu inflasi. Cabai dan bawang menjadi perhatian utama karena pasokannya yang fluktuatif dan rentan melonjak. Sementara itu, stok beras dinilai masih dalam kondisi aman.
Tak hanya itu, Pemkot turut mendorong kerja sama antar daerah melalui Varia Niaga untuk memastikan kelancaran pasokan. Pasalnya, sejumlah komoditas vital didatangkan dari luar daerah, seperti Banjarmasin, Enrekang, dan Surabaya.
Di sektor energi, Marnabas juga meminta Pertamina memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram dan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman selama periode Nataru. “Kartu LPG yang sudah dibagikan ke masyarakat harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal. Distribusinya jangan sampai bermasalah,” pungkasnya. (csv)








