Pemkot Samarinda dan Bank Mandiri Jajaki Digitalisasi UMKM di Dermaga Mahakam Ilir

Rabu, 23 September 2026
Pemkot Samarinda menyambut baik rencana Bank Mandiri untuk berkolaborasi di Dermaga Mahakam Ilir. (istimewa)

BAIT.ID – Kawasan Dermaga Mahakam Ilir disiapkan menjadi simpul baru ekonomi berbasis digital di Kota Tepian. Pemkot Samarinda bersama Bank Mandiri tengah menjajaki kerja sama penataan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area transportasi sungai tersebut.​

Rencana kolaborasi ini dipaparkan jajaran Bank Mandiri dalam pertemuan bersama Wali Kota Samarinda, Andi Harun, di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa, 22 September 2026.

Baca juga  Borneo FC Terus Tempel Ketat Persib, Dandri Dauri: Kami Harus Tentukan Nasib Sendiri!

​Area Head Mandiri Samarinda, Jimmy Siallagan, menjelaskan bahwa proyek ini berfokus pada digitalisasi transaksi dan pembentukan citra baru (rebranding) Dermaga Mahakam Ilir. Konsep ini dirancang untuk modernisasi aktivitas ekonomi warga di sepanjang jalur sungai, sekaligus mendongkrak daya saing pedagang lokal.

​”Pengembangan mencakup penguatan digitalisasi dan branding kawasan. Harapannya bisa memberi nilai tambah bagi UMKM dan memperkuat Dermaga Mahakam Ilir sebagai salah satu simpul ekonomi transportasi sungai di Samarinda,” kata Jimmy.​

Baca juga  Tekanan Anggaran, Pemkot Samarinda Pangkas Belanja Seremonial dan Perjalanan Dinas

Merespons tawaran tersebut, Wali Kota Samarinda, Andi Harun meminta pihak perbankan segera berkoordinasi teknis dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda selaku pengelola kawasan. Ia menekankan agar skema bantuan atau fasilitas yang ditawarkan berpatokan pada tata kelola kawasan yang sudah ada.​ “Kolaborasi harus diarahkan sesuai kebutuhan kawasan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujar Andi Harun.

Baca juga  Antisipasi Bencana Akhir Tahun, DPRD Kaltim Minta Mitigasi Diperkuat secara Sistemik

​Sinkronisasi antara Pemkot dan Bank Mandiri ini diharapkan memastikan penyediaan solusi pembayaran digital maupun bantuan pengembangan fasilitas dapat terintegrasi dengan penataan transportasi air yang sedang berjalan. (csv)

Bagikan