Pemkot Samarinda Dorong Penambahan Jargas untuk Perluas Akses Energi Bersih

Kamis, 11 Desember 2025
Jargas di Kota Tepian diupayakan Pemkot Samarinda untuk bisa bertambah. (ilustrasi)

BAIT.ID – Upaya memperluas layanan jaringan gas (jargas) rumah tangga kembali didorong Pemkot Samarinda. Hal ini dibahas dalam pertemuan tindak lanjut yang dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, bersama Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Tenaga Ahli Komisi 12 DPR RI, Rabu siang, 10 Desember 2025, di Gedung PKK belakang Taman Cerdas.

Pertemuan ini turut dihadiri jajaran Bidang SDA Pemkot Samarinda dan instansi terkait. Fokusnya adalah membahas dukungan daerah dalam perluasan jargas yang direncanakan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam pemaparannya, perwakilan Bidang SDA menyebut bahwa setelah menerima kuota 7.619 sambungan rumah (SR) pada 2025, Pemkot kembali mengusulkan tambahan sekitar 15.000 SR untuk sejumlah titik lainnya. Namun, usulan ini masih menunggu kajian teknis, mengingat pembangunan jargas di Samarinda harus melewati kondisi geografis yang cukup menantang, mulai dari kawasan sungai, rawa, hingga wilayah perbukitan.

Baca juga  Program Transmigrasi di Paser, DPRD Kaltim Tekankan Kuota Lokal Didahulukan

Program jargas sendiri sempat melambat akibat efisiensi anggaran nasional pada 2023–2024 yang memangkas alokasi hingga 50 persen. Meski begitu, Pemkot menegaskan tetap mendorong percepatan agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.

Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menyampaikan bahwa minat warga terhadap jaringan gas terus meningkat. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat bersama PGN dapat menambah kuota bagi Samarinda. “Masyarakat Samarinda sangat menunggu perluasan jaringan gas ini. Semakin banyak rumah yang tersambung, semakin besar manfaat ekonomi dan lingkungan yang dirasakan warga,” ujar Saefuddin.

Baca juga  LBH Unmul Ambil Tiga Langkah Penting Kawal Kasus Tambang Ilegal di KHDTK

Ia juga menekankan perlunya kerja sama lintas instansi, bukan hanya demi ketahanan energi, tetapi juga peluang kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila ke depan pengelolaannya bisa melibatkan pemerintah kota. “Kerja sama yang kuat diperlukan karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat dan memberi dampak positif bagi kota. Jika daerah bisa turut mengelola, manfaatnya juga akan kembali untuk PAD,” tambahnya.

Baca juga  Perketat Jalur Mahakam, KSOP Samarinda Berlakukan Pemanduan 24 Jam dan Tertibkan Tambatan Ilegal

Program jargas di Samarinda telah berjalan sejak 2023 dan ditargetkan terus meluas hingga 2026. Pada 17 November 2025 lalu, Pemkot juga telah menggelar sosialisasi pembangunan jargas di Samarinda Ilir dan Sungai Pinang, sebagai bagian dari rencana peningkatan sambungan menjadi lebih dari 24.619 SR.

Melalui pertemuan ini, Pemkot Samarinda berharap proses kajian, penganggaran, hingga pelaksanaan penambahan jargas dapat segera direalisasikan, demi menghadirkan akses energi yang lebih stabil, ramah lingkungan, dan mengurangi ketergantungan warga terhadap LPG bersubsidi. (csv)

Bagikan