Pemkot Samarinda Hati-hati Kaji Pemanfaatan Plaza 21

Kamis, 18 September 2025
Pemkot Samarinda masih mengkaji teliti soal pemanfaatan Plaza21

BAIT.ID – Nasib bangunan eks Plaza 21 di Jalan Niaga Utara, Samarinda Kota, masih menggantung. Aset tiga lantai milik Pemkot Samarinda itu belum difungsikan dan kini tengah dikaji secara serius arah pemanfaatannya.

Pemkot tampak berhati-hati dalam mengambil keputusan. Berbagai wacana sempat muncul, mulai dari menjadikannya lahan parkir hingga hotel. Namun Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan setiap opsi harus dikalkulasi secara rasional, baik dari sisi biaya maupun kebutuhan masyarakat.

Baca juga  Inflasi Samarinda Masih Aman, Pemkot Fokus Awasi Komoditas Pertanian

“Sejauh ini ada dua opsi yang ditawarkan,” ujar Andi Harun. Opsi pertama adalah membongkar total bangunan lama dan menggantinya dengan struktur baru tiga lantai dengan estimasi anggaran Rp67 miliar. Opsi kedua mempertahankan struktur lama dengan penguatan di sejumlah bagian sehingga tetap empat lantai plus satu tambahan, dengan biaya sekitar Rp55 miliar.

Kedua pilihan itu dinilai masih mahal. Sebab, menurut Andi Harun, investor swasta pernah menawarkan pembangunan hotel dengan 119 kamar dan tiga lantai parkir hanya dengan modal sekitar Rp35 miliar. “Memang tidak bisa dibandingkan langsung antara investasi swasta dan proyek pemerintah, tapi tetap harus ada analisis ulang agar angkanya lebih rasional,” tegasnya.

Baca juga  Rudy Mas’ud Nyaris Tanpa Lawan di Musda Golkar Kaltim

Selain dua opsi besar tersebut, Pemkot juga mempertimbangkan skema perbaikan terbatas, seperti penambahan fasilitas dasar dan peremajaan di bagian dalam, sehingga bangunan tetap bisa difungsikan sebagai fasilitas parkir. Saat ini, lantai dasar Plaza 21 memang sudah dipakai untuk parkir, meski kapasitasnya terbatas dan belum menjawab kebutuhan mendesak kawasan Citra Niaga.

Baca juga  Masih Perlu Dikaji, Pemkot Samarinda Ditawari Kendaraan Listrik Pengangkut Sampah

Andi Harun memastikan evaluasi lanjutan segera dilakukan. Ia berharap keputusan pemanfaatan Plaza 21 bisa segera rampung, dengan catatan biaya ditekan tanpa harus membongkar total bangunan jika struktur lama masih memungkinkan.

“Kami minta perhitungan yang masuk akal, sesuai aturan, dan desain yang efisien. Jangan sampai proyek ini membebani anggaran, sementara kebutuhan utama warga belum terjawab,” pungkasnya. (csv)

Bagikan