BAIT.ID – Pemkot Samarinda tidak ingin main-main dengan proyek Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga yang tengah berjalan. Bukan sekadar membangun pipa, Pemkot kini menerjunkan tim pengawas khusus untuk memastikan proyek ini tidak hanya kelar, tapi juga aman bagi ribuan warga yang akan menggunakannya.
Asisten II Sekda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa pengawasan ini bersifat jangka panjang. Tim yang dibentuk tidak akan bubar saat pita peresmian digunting, melainkan terus memantau hingga tahap pascapemakaian. “Pengawasannya bukan hanya saat pembangunan, tapi sampai setelah warga memakainya,” ujar Marnabas. Langkah ini diambil untuk menjamin kenyamanan 7.619 calon pelanggan jargas di Samarinda.
Saat ini, proyek sudah melewati masa tender dan mulai memasuki fase krusial penggalian jaringan pipa. Jika melintas di kawasan Kecamatan Sungai Pinang atau Samarinda Ilir, khususnya di sekitar Jalan Biawan, mungkin sudah terlihat aktivitas alat berat di sana.
Marnabas mengakui adanya dinamika di lapangan. Namun, menurutnya, kendala yang muncul sejauh ini masih dalam batas wajar untuk proyek skala besar. “Biasanya hanya persoalan teknis kecil, seperti penempatan material di jalan. Sejauh ini semua bisa ditangani,” tambahnya.
Masyarakat diminta sedikit bersabar. Meski pipa mulai tertanam, gas tidak akan langsung dialirkan. Pemkot menerapkan standar keamanan ketat. Seluruh jaringan juga harus tersambung sempurna dan melewati uji kebocoran total sebelum sampai ke kompor warga.
Pemkot juga memastikan jika proyek ini akan memudahkan warga ke depannya. Target rampung proyek ambisius ini dipatok pada Juli 2026. Selanjutnya diupayakan untuk kemudahan pembayaran layanan yang akan diintegrasikan melalui Bank Samarinda.
Selain itu disiapkan pula layanan aduan. Pemkot meminta pengelola memiliki kantor fisik di Samarinda agar warga tidak bingung saat ingin menyampaikan keluhan atau butuh penanganan cepat. “Setelah dipastikan benar-benar aman, baru disalurkan ke rumah-rumah. Proses ini memang butuh waktu dan masyarakat kami harap bisa bersabar,” tutup Marnabas. (csv)








