Pemkot Samarinda Siapkan Angkutan Gratis bagi Pelajar, Dishub Mulai Tahap Simulasi

Selasa, 7 Oktober 2025
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu

BAIT.IDPemkot Samarinda tengah menyiapkan layanan angkutan gratis khusus bagi pelajar. Program ini masih dalam tahap simulasi, namun diharapkan menjadi langkah awal untuk mengurai kemacetan sekaligus memperbaiki sistem transportasi massal di kota ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan, simulasi dijadwalkan berlangsung mulai Oktober atau November 2025. Pada tahap awal, Dishub menyiapkan delapan unit bus yang akan melayani sejumlah rute utama selama masa uji coba.

“Operasional bus dibagi dalam dua sesi, pagi dan sore, masing-masing sekitar dua setengah jam. Total waktu pelayanan lima jam setiap hari, dan simulasi akan berjalan selama tiga bulan,” ujar Manalu, Senin, 6 Oktober 2025.

Baca juga  UMP Kaltim 2026: Jalan Tengah di Tengah Tarik-Ulur Buruh dan Pengusaha

Bus yang digunakan akan disewa menggunakan dana APBD Samarinda, meski besaran anggaran masih dalam pembahasan. Menurut Manalu, uji coba ini bukan sekadar penyediaan fasilitas tambahan. Pemkot ingin menghadirkan transportasi publik yang efektif, aman, dan ramah bagi pelajar.

“Pada tahap awal, layanan akan difokuskan di jalur-jalur utama pusat kota. Tujuannya tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga menyediakan moda transportasi yang nyaman dan terjangkau bagi pelajar,” jelasnya.

Baca juga  Ketua DPRD Samarinda Minta Penertiban PKL Lebih Humanis

Ia berharap, keberadaan bus gratis ini bisa menjadi titik balik perilaku mobilitas pelajar di Samarinda. Dengan fasilitas yang mudah diakses, para pelajar diharapkan tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi untuk ke sekolah.

“Kalau pelajar mulai terbiasa naik transportasi umum, lalu lintas akan lebih tertib dan ruas jalan utama bisa berkurang dari kepadatan kendaraan,” tutupnya.

Baca juga  Pedagang Pasar Pagi Samarinda Mulai Didata Ulang

Selain menekan kepadatan lalu lintas, simulasi ini juga memiliki nilai edukatif. Pemkot ingin menanamkan budaya menggunakan transportasi publik sejak dini serta menekan risiko kecelakaan di kalangan pelajar akibat penggunaan sepeda motor pribadi.

Apabila uji coba ini berjalan lancar, Dishub berencana memperluas layanan ke sekolah-sekolah di luar kawasan pusat kota. Dengan begitu, program ini diharapkan menjadi cikal bakal reformasi sistem transportasi pelajar di Samarinda, bukan sekadar solusi sementara. (csv)

Bagikan