BAIT.ID – Pemkot Samarinda tengah menyiapkan layanan angkutan gratis khusus bagi pelajar. Program ini masih dalam tahap simulasi, namun diharapkan menjadi langkah awal untuk mengurai kemacetan sekaligus memperbaiki sistem transportasi massal di kota ini.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan, simulasi dijadwalkan berlangsung mulai Oktober atau November 2025. Pada tahap awal, Dishub menyiapkan delapan unit bus yang akan melayani sejumlah rute utama selama masa uji coba.
“Operasional bus dibagi dalam dua sesi, pagi dan sore, masing-masing sekitar dua setengah jam. Total waktu pelayanan lima jam setiap hari, dan simulasi akan berjalan selama tiga bulan,” ujar Manalu, Senin, 6 Oktober 2025.
Bus yang digunakan akan disewa menggunakan dana APBD Samarinda, meski besaran anggaran masih dalam pembahasan. Menurut Manalu, uji coba ini bukan sekadar penyediaan fasilitas tambahan. Pemkot ingin menghadirkan transportasi publik yang efektif, aman, dan ramah bagi pelajar.
“Pada tahap awal, layanan akan difokuskan di jalur-jalur utama pusat kota. Tujuannya tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga menyediakan moda transportasi yang nyaman dan terjangkau bagi pelajar,” jelasnya.
Ia berharap, keberadaan bus gratis ini bisa menjadi titik balik perilaku mobilitas pelajar di Samarinda. Dengan fasilitas yang mudah diakses, para pelajar diharapkan tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi untuk ke sekolah.
“Kalau pelajar mulai terbiasa naik transportasi umum, lalu lintas akan lebih tertib dan ruas jalan utama bisa berkurang dari kepadatan kendaraan,” tutupnya.
Selain menekan kepadatan lalu lintas, simulasi ini juga memiliki nilai edukatif. Pemkot ingin menanamkan budaya menggunakan transportasi publik sejak dini serta menekan risiko kecelakaan di kalangan pelajar akibat penggunaan sepeda motor pribadi.
Apabila uji coba ini berjalan lancar, Dishub berencana memperluas layanan ke sekolah-sekolah di luar kawasan pusat kota. Dengan begitu, program ini diharapkan menjadi cikal bakal reformasi sistem transportasi pelajar di Samarinda, bukan sekadar solusi sementara. (csv)







