Pemkot Samarinda Siapkan Langkah Baru Penataan Kawasan Kumuh

Senin, 24 November 2025
Penataan kawasan kumuh, termasuk di bantaran sungai akan diubah caranya oleh Pemkot Samarinda.

BAIT.ID – Pemkot Samarinda mulai mengubah pendekatan dalam penanganan kawasan kumuh. Jika selama ini fokusnya lebih banyak pada perbaikan atau pembangunan unit rumah, kini pemerintah beralih menuju penataan kawasan secara menyeluruh.

Perubahan strategi ini muncul setelah melihat hasil program sebelumnya, seperti Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Meski membantu menghadirkan rumah baru, perbaikan satu-dua unit tidak cukup mengubah wajah lingkungan secara signifikan. Status kawasan kumuh pun tak banyak bergerak.

Kabid Kawasan Permukiman Disperkim Samarinda, Ronny Surya, menjelaskan bahwa Kementerian PUPR telah menetapkan tujuh indikator kekumuhan yang harus dipenuhi. Artinya, penataan tidak hanya berhenti pada fisik bangunan, tetapi juga jalan lingkungan, drainase, sanitasi, pengelolaan air limbah, persampahan, hingga proteksi kebakaran. “Tanpa memenuhi itu semua, meskipun rumah layak huni dibangun, lingkungannya tetap belum bisa disebut sehat,” ujar Ronny.

Baca juga  Comeback Dramatis di Segiri, Borneo FC Kembali Duduki Takhta Klasemen

Ia mencontohkan kondisi yang selama ini terjadi. Satu rumah baru berdiri, tetapi lingkungan sekitarnya masih sama. Drainase tersumbat, sampah tidak tertata, air limbah tidak terkelola, dan risiko kebakaran tetap tinggi.

Akibatnya, status kumuh kawasan tidak berkurang secara signifikan meski proyek RTLH terus berjalan.Melihat kondisi ini, Disperkim mulai mendorong pola pembangunan berbasis kawasan. Jika terdapat 30 hingga 50 rumah kumuh dalam satu area, maka seluruh kawasan tersebut akan ditangani sebagai satu paket lengkap, perbaikan jalan, penataan drainase, pemasangan hidran pemadam, hingga pembenahan sanitasi.

Baca juga  Wawali Samarinda Ingatkan Potensi Lonjakan Harga Jelang Hari Besar Keagamaan

Pemerintah juga ingin menghadirkan kawasan percontohan yang benar-benar mencerminkan standar rumah dan lingkungan sehat. Selama ini, program RTLH yang tersebar di berbagai titik membuat hasilnya kurang terlihat secara kolektif. “Programnya berjalan, tetapi masyarakat tidak bisa melihat contoh kawasan yang tertata. Ke depan kami ingin ada lokasi yang dapat dikunjungi untuk melihat seperti apa kawasan sehat itu,” jelas Ronny.

Baca juga  Lempake Jadi Kelurahan Digital Pertama di Samarinda

Pendekatan baru ini sejalan dengan visi–misi Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam membangun infrastruktur berkualitas dan mewujudkan kota yang lebih layak huni. Dengan pola penataan berbasis kawasan, pembangunan rumah tidak lagi sekadar urusan fisik, tetapi menyentuh kualitas lingkungan secara menyeluruh.

Ronny berharap, pada 2026 sudah ada satu kawasan percontohan yang benar-benar mencerminkan konsep sehat, tertata, dan layak huni. (csv)

Bagikan