Pemkot Samarinda Siapkan Langkah Strategis Tangani Sekolah Terdampak Banjir dan Longsor

Jumat, 14 November 2025
Wali Kota Samarinda, Andi Harun

BAIT.ID – Pemkot Samarinda mulai mengambil langkah konkret untuk menangani tiga sekolah yang terdampak banjir dan longsor. Ketiganya adalah SMP Negeri 48 dan SMP Negeri 24 yang kerap terendam banjir, serta SMP Negeri 27 yang mengalami longsor.

Agenda penanganan itu diputuskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pada Rabu, 12 November 2025. Setiap sekolah akan mendapat perlakuan berbeda sesuai tingkat urgensi dan kondisi lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin, melaporkan bahwa SMPN 48 Sungai Pinang akan direlokasi karena dinilai tidak layak dari sisi lahan. Sementara itu, perbaikan drainase menjadi fokus utama bagi SMPN 24, dan pemangkasan bukit serta relokasi empat ruang kelas akan dilakukan di SMPN 27.

Baca juga  Bahar Kritik Sikap Wagub Terkait Aksi Mahasiswa di PKKMB Unmul

Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota Andi Harun memberikan arahan teknis dan strategis. Untuk SMPN 24, ia menegaskan bahwa sekolah tidak akan dipindahkan. Penanganan justru difokuskan pada revitalisasi drainase dari hulu hingga hilir. Jalur drainase itu membentang dari simpang empat Masjid Fathul Khair, lurus ke arah darat, hingga warung Haji Kuni dekat simpang tiga jalan.

Baca juga  Pemkot Samarinda Kembangkan Aplikasi Pemantau Program MBG

“Drainase sepanjang 1.100 meter itu harus direvitalisasi, terutama di titik-titik dengan elevasi tinggi, agar aliran air menuju sungai dapat berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas belajar,” ujar Andi Harun.

Untuk SMPN 27, Wali Kota meminta BPKAD memastikan batas dan luas lahan secara akurat sebelum penanganan longsor dilakukan. Ia mengingatkan agar penanganan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Sementara bagi SMPN 48, Andi menegaskan perlunya lahan baru yang lebih representatif demi keamanan dan kenyamanan proses belajar.

Baca juga  Fabio Lefundes Putar Otak Cari Pengganti Rivaldo Pakpahan

Penanganan teknis terkait banjir dan longsor di SMPN 24 dan SMPN 27 ditugaskan kepada Dinas PUPR melalui Bidang Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA). Selain itu, Wali Kota menunjuk TWAP dan BPKAD untuk meninjau lokasi alternatif di sekitar Gang Menanti, tak jauh dari SMPN 48 di Jalan Proklamasi, Sungai Pinang. BPKAD juga diminta menyiapkan opsi tambahan lahan relokasi di kawasan sekitarnya. (csv)

Bagikan