Pemkot Samarinda Soroti Tiga Sekolah Rawan Banjir dan Longsor

Jumat, 7 November 2025
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, Asli Nuryadin

BAIT.ID – Pemkot Samarinda menyiapkan langkah penataan untuk tiga sekolah negeri yang masuk kategori rawan bencana. Fokus pembahasan mengerucap pada SMP Negeri 48, SMP Negeri 24, dan SMP Negeri 27 yang dinilai memiliki risiko tinggi dari kondisi lahan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan ketiga sekolah itu menjadi prioritas dalam program penataan kawasan pendidikan. Situasi paling mendesak berada di SMPN 48 Sungai Pinang. Di lokasi tersebut, lahan kurang dari setengah hektare dipakai tiga sekolah sekaligus dengan total sekitar 1.500 siswa.

Baca juga  Era Baru Parkir Samarinda: Berlangganan, Digital, dan Non-Tunai.

“Lahan yang sempit membuat aktivitas belajar tidak nyaman, bahkan berpotensi membahayakan,” ujar Asli.

Pemkot mulai menelusuri alternatif relokasi yang masih berada di sekitar Sungai Pinang agar akses siswa tidak terganggu. Tim teknis Disdikbud dan BPKAD telah dijadwalkan meninjau beberapa titik lahan untuk menentukan opsi yang paling memungkinkan.

SMPN 24 di Bukit Pinang turut masuk daftar prioritas karena hampir setiap musim hujan terendam banjir. Salah satu usulan yang mengemuka ialah pembangunan gedung bertiang tinggi yang mampu menghindari genangan sekaligus menciptakan ikon baru bagi kawasan tersebut.

Baca juga  Strategi Baru Andi Harun: Atasi Banjir Samarinda Lewat Kajian Matang, Bukan Sekadar Aksi Instan

Adapun SMPN 27 di Batu Cermin menghadapi persoalan berbeda: potensi longsor. Di bagian atas sekolah terdapat danau kecil yang jika tidak ditata dikhawatirkan memicu pergerakan tanah. Meski begitu, kajian awal menyebut area di bawah sekolah masih tergolong aman. Pemerintah mempertimbangkan memperkuat struktur lahan dan menambah ruang kelas bertingkat sebagai solusi jangka panjang. (csv)

Baca juga  Korupsi Penyertaan Modal PT BKS, Direktur PT KBA Jadi Tersangka Kelima
Bagikan