BAIT.ID – Pemkot Samarinda mencatatkan sejarah baru dalam birokrasi daerah dengan melantik Neneng Chamelia Santi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Kamis 2 Maret 2026. Penunjukan ini menjadi sorotan lantaran dilakukan tanpa melalui mekanisme seleksi terbuka melainkan menggunakan sistem manajemen talenta berbasis merit.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk memastikan jabatan strategis diisi berdasarkan kompetensi dan rekam jejak, bukan sekadar senioritas. Samarinda mengklaim sebagai daerah pertama di wilayah kerja Regional VIII BKN (Kalimantan) yang menerapkan sistem ini untuk posisi Sekda.
Penggunaan platform Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) milik BKN disebut memangkas birokrasi rekrutmen secara signifikan. Jika biasanya seleksi terbuka membutuhkan waktu berbulan-bulan, proses penunjukan Sekda kali ini rampung hanya dalam waktu 30 hari. “Pengisian jabatan Sekda hanya memerlukan waktu sekitar satu bulan. Ini bukti birokrasi kita semakin adaptif. Kita mengedepankan talent pool yang sudah ada, sehingga lebih efisien dari sisi waktu maupun anggaran,” ujar Andi Harun usai prosesi pelantikan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota.
Selain posisi Sekda, rotasi besar-besaran juga menyasar jabatan teknis dan sektor pendidikan. Tercatat sebanyak 20 pejabat fungsional dilantik, dengan rincian 13 orang melalui jalur perpindahan jabatan dan 7 orang pengangkatan pertama.
Di sektor pendidikan, 23 kepala sekolah resmi dikukuhkan melalui Sistem Pengangkatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (KSPS). Langkah ini diambil sebagai upaya penyegaran kepemimpinan di lingkungan sekolah agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Usai pelantikan, Neneng Chamelia Santi memikul tugas berat untuk segera melakukan konsolidasi internal. Andi Harun menginstruksikan Sekda baru untuk memperkuat koordinasi antarperangkat daerah guna memastikan program prioritas pemkot tidak terhambat di level administratif.
“Integritas adalah kualitas utama. Jabatan ini harus bermuara pada peningkatan layanan publik. Saya minta bekerja cepat, tepat, dan transparan,” tegas Andi Harun.
Pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan kepala perangkat daerah, menandai dimulainya babak baru tata kelola pemerintahan Samarinda yang lebih mengandalkan data kompetensi digital dibandingkan prosedur konvensional. (csv)







