BAIT.ID — Pemprov Kaltim mendesak para pengusaha lokal yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) untuk terlibat langsung dalam industri hilirisasi kelapa sawit berupa crude palm oil (CPO). Langkah ini ditargetkan untuk mengikis ketergantungan ekonomi daerah terhadap sektor ekstraktif tambang batu bara.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menilai potensi hilirisasi CPO di Kalimantan Timur sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha dalam negeri. “Kami menyarankan HIPPI mengambil peran dalam pengembangan industri hilirisasi karena peluang di sektor ini sangat besar. Salah satunya adalah hilirisasi CPO,” ujar Seno Aji saat menutup Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD HIPPI Kaltim di Samarinda, pekan lalu.
Peralihan fokus ekonomi ke sektor manufaktur dan hilirisasi perkebunan dinilai kian mendesak seiring berjalannya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diproyeksikan memicu lonjakan aktivitas ekonomi regional. Seno menyebutkan, aktivitas pemerintahan pusat di IKN diperkirakan mulai masif dalam beberapa tahun mendatang.
Kendati pengusaha daerah dinilai memiliki keunggulan penguasaan pasar lokal, Pemprov Kaltim mengakui minimnya permodalan masih menjadi batu sandungan utama bagi pengusaha domestik untuk masuk ke industri pengolahan berskala besar.
Terkait hambatan tersebut, Pemprov meminta pengurus HIPPI tidak sekadar menjadi wadah seremonial, melainkan aktif memfasilitasi anggotanya dalam membuka akses pendanaan ke lembaga perbankan. (csv)








