Pemprov Kejar Kemandirian Pangan dengan Optimalisasi Lahan Pertanian

Jumat, 3 Oktober 2025
Selain mendongkrak produksi, Pemprov Kaltim mendorong optimalisasi lahan pertanian. Seperti pada salah satu lahan pertanian yang ada di Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara.

BAIT.ID – Pemprov Kaltim berupaya keras mengejar kemandirian pangan dengan mengoptimalkan lahan pertanian. Dari 46 ribu hektare lahan baku sawah, kini 33 ribu hektare sudah digarap kelompok tani. Targetnya, dalam tiga bulan ke depan, lahan aktif naik jadi 40 ribu hektare untuk mendukung swasembada beras.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan bahwa kini sudah ada perkembangan signifikan terkait ketersediaan lahan. Dari total 46.000 hektare lahan baku sawah, sekitar 33.000 hektare kini aktif dikelola kelompok tani melalui program Optimalisasi Lahan. Pemprov menargetkan lahan aktif meningkat menjadi 40.000 hektare dalam tiga bulan ke depan.

Baca juga  Musda PAN se-Kaltim Usai, Erwin Izharuddin Instruksikan Ketua Baru Tingkatkan Perolehan Kursi

‎“Kami berharap tiga bulan mendatang lahan itu meningkat dari 33.000 hektare menjadi kurang lebih 40.000 hektare. Ini tugas besar dinas terkait di kabupaten/kota bekerja sama dengan kementerian,” ujar Seno.

Ia juga mendorong semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk ambil bagian dalam mengembangkan lahan pertanian. Dirinya juga menekankan perlunya koordinasi optimalisasi lahan, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), dan pupuk bagi para petani di daerah.

Baca juga  Wagub Kaltim Minta Kajian Menyeluruh soal Penyebab Banjir di Kutim dan Berau

Selain itu, Pemprov Kaltim juga tengah mengembangkan kawasan sentra produksi terpadu di beberapa lokasi prioritas. Seperti di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara (Kukar), Mahakam Ulu, Kutai Barat (Kubar), dan Berau.

‎“Saat ini kebutuhan beras kita sekitar 350.000 ton. Dengan berbagai upaya, mudah-mudahan dalam setahun ke depan kita bisa swasembada,” jelas Seno.

Baca juga  Pemprov Kaltim Salurkan Dana Gratispol Pendidikan Tinggi Rp44 Miliar untuk Tujuh PTN

Upaya menggenjot produksi pangan mulai menunjukkan hasil signifikan. Wagub Seno Aji memaparkan adanya lonjakan produksi gabah kering Kaltim. Dari sekitar 230 ribu ton per tahun menjadi 305 ribu ton per Agustus 2025. Dengan hasil tersebut, ia memprediksi total produksi gabah kering Kaltim bisa mendekati 400 ribu ton hingga akhir tahun 2025.‎ (csv)

Bagikan