PPU Capai Swasembada Beras, Tantangan Kaltim Masih Bergantung Pasokan Luar

Kamis, 18 September 2025
Saat panen raya di PPU, Gubernur Kaltim mencoba langsung salah satu alat pertanian. Meningkatnya hasil panen di PPU diharapkan dapat diikuti daerah lain. (istimewa)

BAIT.ID – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) semakin menegaskan posisinya sebagai lumbung padi di Kalimantan Timur. Dalam panen raya yang digelar Kamis, 17 September 2025, hasil produksi padi di PPU disebut meningkat pesat hingga mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat setempat.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang hadir langsung dalam agenda panen raya di Kecamatan Waru, tak henti memberi apresiasi kepada para petani. Menurutnya, kerja keras dan konsistensi kelompok tani PPU dalam menjaga lahan pertanian patut menjadi contoh bagi daerah lain.

Baca juga  Ananda Moeis Sepakat Efisiensi Tak Ganggu TPP Guru

“Kami memberikan apresiasi karena masih ada kelompok tani yang konsisten melestarikan budidaya padi. Ini membuktikan bahwa negara kita benar-benar negara agraris,” ujarnya.

Rudy mengingatkan, capaian ini tidak lepas dari upaya pemerintah daerah memperluas lahan tanam dari sebelumnya 5.500 hektare menjadi 7.500 hektare. Meski begitu, ia menilai potensi PPU masih sangat besar karena sekitar 16 ribu hektare lahan pertanian belum tergarap optimal.

Baca juga  Jargas di Samarinda Bertambah 7.619 Sambungan, Rampung 2026

“Saya minta lahan pertanian ini jangan dialihfungsikan, terutama menjadi perkebunan kelapa sawit. Ke depan, justru harus ditambah optimalisasi untuk tanaman pangan,” tegasnya.

Meski PPU berhasil mencapai swasembada, kondisi Kaltim secara keseluruhan masih jauh dari cukup. Lebih dari 50 persen kebutuhan beras provinsi ini masih harus dipasok dari luar daerah.

“Kalau bicara swasembada, sepengetahuan saya hanya PPU yang bisa mencapainya. PPU adalah satu-satunya kabupaten di Kaltim yang benar-benar mandiri beras,” tutup Rudy. (csv)

Baca juga  110 Pelaku Usaha Kaltim Dapat Bekal Strategi Koperasi hingga Inovasi UMKM
Bagikan