Program Magang Nasional Segera Berjalan di Kaltim, Disnakertrans Tunggu Surat Resmi Kemenaker

Selasa, 7 Oktober 2025
Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawadi

BAIT.IDPemprov Kaltim menyambut baik rencana pelaksanaan Program Magang Nasional yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini bakal menjadi kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk menimba pengalaman kerja sebelum benar-benar terjun ke dunia industri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rozani Erawadi, mengungkapkan pihaknya sudah mengetahui rencana tersebut. Namun, pelaksanaan di daerah masih menunggu surat resmi dan petunjuk teknis dari kementerian.

“Kami sudah memantau perkembangannya dan siap berkoordinasi begitu petunjuk teknis turun. Saat ini kami masih menunggu surat resmi dari Kemenaker,” ujar Rozani.

Baca juga  Serapan Anggaran PUPR Kaltim Baru 27 Persen, Proyek Jalan Strategis Tetap Dikebut

Program yang sepenuhnya dibiayai oleh APBN melalui DIPA Kemenaker ini menargetkan 20.000 peserta magang secara nasional. Namun, kuota khusus untuk Kaltim serta daftar perusahaan penerima peserta belum ditetapkan.

Program magang terbuka bagi lulusan perguruan tinggi yang lulus sejak Agustus 2024 dan berasal dari kampus yang terdaftar di Kemendikbudristek. Durasi magang maksimal enam bulan, dengan proses pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi Siap Kerja.

Baca juga  Pemprov Kaltim Lobi Kemenkeu, Upayakan DBH Tak Dipotong

Peserta magang akan menerima uang saku minimal setara Upah Minimum Provinsi (UMP), yakni sekitar Rp3,6 juta per bulan. Jika perusahaan tempat magang menerapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang lebih tinggi, maka besaran uang saku bisa disesuaikan.

“Kami berharap program ini benar-benar sesuai dengan latar belakang pendidikan peserta, sehingga kompetensi yang diperoleh relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” jelas Rozani.

Baca juga  Kerja Pansus Ranperda Pendidikan Rampung, Kaltim Bersiap Benahi Sistem Pendidikan

Karena anggaran program ini berasal dari APBN yang berakhir pada Desember 2025, pelaksanaan magang idealnya dimulai paling lambat Oktober tahun ini. Meski begitu, pemerintah pusat dikabarkan tengah mengaji kemungkinan tambahan anggaran jika masa magang diperpanjang hingga enam bulan penuh.

“Kita tunggu saja arahan lebih lanjut dari pusat. Prinsipnya, Kaltim siap mendukung,” pungkas Rozani. (csv)

Bagikan