PUPR Kaltim Kejar Target Pembangunan Jalan Penghubung Kubar–Mahulu

Jumat, 14 November 2025
Kabid Bina Marga PUPR-Pera Kaltim, Hariadi Purwatmoko

BAIT.ID – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim terus mengebut pembangunan jalan penghubung Kutai Barat (Kubar)–Mahakam Ulu (Mahulu). Proyek ini menjadi salah satu prioritas Pemprov Kaltim untuk membuka keterisolasian wilayah, terutama di Kabupaten Mahulu.

Kabid Bina Marga PUPR-Pera Kaltim, Hariadi Purwatmoko, mengungkapkan bahwa realisasi fisik proyek saat ini telah mencapai 60 persen. Ia menegaskan percepatan terus didorong agar pekerjaan tidak menumpuk menjelang akhir tahun. “Memang masih ada dua segmen yang progresnya berjalan, tapi kami terus dorong mereka bekerja maksimal,” ujarnya.

Baca juga  Kabar Baik untuk Guru Honorer Swasta, Insentif Segera Naik 50 Persen

Untuk mempercepat pekerjaan, kontraktor diminta menambah ritme kerja, termasuk menerapkan sistem kerja siang dan malam secara bergantian. “Kami sudah meeting dengan kontraktor untuk mengingatkan soal percepatan. Progresnya akan terus kami pantau,” katanya.

Hariadi menambahkan, komunikasi intens antara dinas dan kontraktor terus dilakukan untuk memastikan setiap hambatan bisa segera diselesaikan. “Kami cek masalahnya apa, percepatannya bagaimana, dan apakah target harian mereka tercapai,” imbuhnya.

Baca juga  Infrastruktur dan Legalitas Lahan Masih Jadi 'PR' Investasi di Kaltim

Status jalan Kubar–Mahulu yang masih nonstatus membuat pembiayaan dikerjakan melalui tiga sumber anggaran: APBN, APBD Kaltim, dan APBD Mahulu. Dari STA 0 di Simpang Tiga Purworejo, Tering, hingga STA 10 dibiayai APBN. Segmen STA 10–41 ditangani Pemprov Kaltim, kemudian STA 41–117 kembali lewat APBN, dan STA 117–136 menuju Ujoh Bilang didanai APBD Mahulu. Total panjang ruas mencapai 136 kilometer.

Baca juga  Menteri ATR/BPN Siap Tertibkan Lahan Plasma, Banyak Perusahaan Sawit Masih Langgar Aturan

Terkait potensi sanksi bagi kontraktor yang terlambat, Hariadi menegaskan pihaknya akan mengikuti aturan yang berlaku. “Yang penting semua bekerja sesuai mekanisme. Targetnya akhir tahun ini selesai,” pungkasnya. (csv)

Bagikan