PUPR Kaltim Kejar Target Pengerjaan Jalan di Kubar dan Kutim Jelang Akhir Tahun

Selasa, 14 Oktober 2025
Kepala PUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda

BAIT.ID – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim tancap gas mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, terutama di wilayah Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Timur (Kutim). Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh target pekerjaan dapat rampung sebelum akhir tahun anggaran.

Kepala Dinas PUPR Kaltim, AM Fitra Firnanda, menegaskan bahwa percepatan pengerjaan menjadi fokus utama menjelang penutupan tahun. Selain untuk memenuhi target pembangunan, langkah ini juga bertujuan menekan potensi munculnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).

Baca juga  Pemprov Kaltim Lobi Kemenkeu, Upayakan DBH Tak Dipotong

“Menjelang akhir tahun, arahannya jelas: percepatan. Jadi bagaimana caranya supaya pekerjaan di lapangan bisa kita kejar dalam waktu dekat,” ujar Firnanda, Senin 13 Oktober 2025.

Untuk mempercepat proses, PUPR Kaltim mengambil langkah konkret di lapangan, mulai dari penambahan tenaga kerja, penyediaan peralatan tambahan, hingga sistem kerja bergilir sesuai kebutuhan proyek. “Caranya ya dimulai dari lapangan. Kami perkuat eksekusi di sana,” tegasnya.

Baca juga  Era Baru Parkir Samarinda: Berlangganan, Digital, dan Non-Tunai.

Firnanda menyebut, hingga saat ini progres realisasi anggaran PUPR telah mencapai sekitar 56 persen. Dari total proyek yang tengah berjalan, pekerjaan jalan di Kubar dan Kutim menjadi prioritas karena memiliki dampak besar terhadap konektivitas antardaerah.

“Pekerjaan jalan tersebar di seluruh kabupaten/kota, tapi Kubar dan Kutim menjadi fokus utama kami sampai akhir tahun,” jelasnya.

Baca juga  Naik Tipis, APBD Perubahan Kaltim 2025 Jadi Sebesar Rp21,74 Triliun

Selain proyek jalan, PUPR juga tengah menyelesaikan pembangunan Gedung Perawatan Pandurata di RSUD AW Syahranie Samarinda. Namun secara umum, fokus pembangunan 2025 tetap diarahkan pada infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan.

“Jalan dan jembatan adalah tulang punggung konektivitas wilayah. Kalau konektivitas lancar, pembangunan daerah juga bergerak lebih cepat,” pungkas Firnanda. (csv)

Bagikan