“Radiasi HP: Efek Jangka Panjang dan Cara Aman Menggunakannya”

Kamis, 9 Oktober 2025
Radiasi dari handphone, masih minim bukti membahayakan manusia. (ilustrasi)

BAIT.ID – Radiasi ponsel masih sering menjadi perbincangan hangat dan memicu kekhawatiran banyak orang. Tak sedikit yang bertanya-tanya apakah paparan radiasi dari HP dalam jangka panjang bisa memicu penyakit berbahaya seperti kanker.

Mengutip Alodokter, hingga kini bukti ilmiah yang benar-benar kuat untuk memastikan bahaya radiasi HP terhadap kesehatan manusia masih sangat terbatas. Meski begitu, para ahli sepakat bahwa gelombang elektromagnetik dari ponsel bisa meningkatkan suhu pada bagian tubuh yang sering terpapar, misalnya area kepala dan telinga.

Baca juga  Klappertaart: Jejak Manis Kolonial Belanda di Tanah Manado

Kenaikan suhu ini memang tergolong ringan. Namun, efek jangka panjangnya masih terus diteliti. Sejumlah studi menunjukkan adanya kemungkinan peningkatan risiko munculnya tumor otak di sisi kepala yang sering digunakan saat menelepon. Meski begitu, temuan tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan pasti.

Perlu diketahui, radiasi yang dipancarkan ponsel berbeda dengan sinar-X pada rontgen atau CT scan. Gelombang elektromagnetik dari HP memiliki energi jauh lebih rendah, sehingga secara ilmiah tidak terbukti menyebabkan kanker seperti radiasi ionisasi pada rontgen.

Baca juga  Tinutuan, Semangkuk Kehangatan dari Tanah Minahasa

Meski risiko kanker belum terbukti, dampak penggunaan ponsel secara berlebihan tetap harus diwaspadai. Paparan panas di sekitar kepala, ketegangan pada mata akibat layar yang terang, nyeri pada leher, kebas di tangan, hingga gangguan tidur akibat cahaya biru adalah beberapa efek nyata yang sering dialami pengguna.

Mengurangi durasi penggunaan HP, menggunakan earphone saat menelepon, serta mengistirahatkan mata secara berkala dapat membantu menekan dampak negatif tersebut. (csv)

Baca juga  Xiaomi Buat Gebrakan dengan Dragon Crystal Glass 3.0, Tahan Goresan hingga Level 7
Bagikan