BAIT.ID – Pembangunan fisik Gedung Pandurata di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda kini telah memasuki babak akhir. Meski struktur bangunan utama sudah berdiri tegak, operasional layanan kesehatan di gedung tersebut masih terganjal kebutuhan anggaran besar untuk pengadaan alat kesehatan (alkes).
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini telah bergeser dari urusan konstruksi ke pemenuhan fasilitas medis. Ia menyebutkan, pemerintah akan melakukan lelang pengadaan alkes tahun ini dengan nilai mencapai Rp150 miliar. Namun, angka tersebut rupanya belum cukup untuk menutup seluruh kebutuhan perencanaan.
“Lelang tahun ini sekitar Rp150 miliar, sementara kekurangan untuk peralatan diperkirakan masih berkisar di angka Rp200 miliar. Kita lihat nanti apakah ada sisa anggaran yang bisa dialokasikan untuk menutup itu. Harapannya semua bisa terpenuhi tepat waktu,” ujar Baba.
DPRD Kaltim menargetkan Gedung Pandurata mulai melayani pasien pada Juni atau Juli 2026 mendatang. Jadwal ini disusun sembari menunggu masa pemeliharaan bangunan berakhir.
Rencananya, sebanyak 540 tempat tidur (bed) akan dipindahkan secara bertahap dari gedung lama. Langkah relokasi ini menjadi prioritas mengingat fasilitas lama sering kali terdampak banjir, yang kerap mengganggu kenyamanan dan keselamatan pasien. “Informasi yang kami terima, mudah-mudahan bulan Juni sudah bisa ditempati. Sebanyak 540 bed akan dipindahkan ke sini sesuai perencanaan awal,” tambahnya.
Meski secara visual bangunan telah tuntas, Baba mencatat masih ada beberapa detail minor yang perlu diperbaiki selama masa pemeliharaan. Salah satu poin krusial adalah penyesuaian infrastruktur demi aksesibilitas pasien.
Seperti pelebaran pintu ruangan dari 120 cm menjadi 160 cm untuk memastikan manuver tempat tidur pasien berjalan lancar tanpa hambatan. Hanya saja untuk urusan itu jadi wewenang Komisi III yang mengawasi konstruksi, Komisi IV akan mengawal ketat kesiapan layanan, fasilitas, dan peralatan penunjang.
Dengan kehadiran Gedung Pandurata ini, kapasitas pelayanan RSUD AWS diharapkan meningkat signifikan, sekaligus memberikan solusi permanen bagi fasilitas yang selama ini rentan terhadap gangguan cuaca dan luapan air. (csv)








