Rudy Mas’ud Jawab Polemik Gratispol: Program Perdana, Masih Butuh Pembenahan

Senin, 9 Februari 2026
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud

BAIT.ID – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, akhirnya angkat bicara menanggapi gelombang kritik terhadap Gratispol, program beasiswa dan bantuan pendidikan yang menjadi prioritas utamanya. Rudy mengakui bahwa sebagai kebijakan yang baru seumur jagung, pelaksanaan di lapangan memang belum mencapai titik sempurna.

Kesenjangan antara ekspektasi publik yang tinggi dengan realitas kapasitas fiskal daerah disebut-sebut menjadi pemantik utama keluhan masyarakat belakangan ini. Namun, Rudy meluruskan bahwa sebagian besar protes muncul karena adanya mispersepsi terkait kriteria penerima.

Baca juga  Kaltim Matangkan Peta Jalan Menuju Transformasi Digital Pemerintahan

“Ini adalah program perdana, tentu tidak ada yang langsung sempurna. Kami sangat terbuka menerima kritik dan saran sebagai bahan pembenahan segera,” ujar Rudy Mas’ud di Samarinda, Senin, 9 Februari 2026.

Menanggapi keluhan warga yang merasa terlewat oleh program ini, Rudy menjelaskan bahwa dari puluhan ribu pendaftar, terdapat prosedur verifikasi ketat yang harus dilalui. Ia menegaskan bahwa kendala administratif sering kali disalahartikan sebagai kegagalan sistemik.

Baca juga  Riset di Kaltim Harus Jadi Penopang Pembangunan, Bukan Sekadar Dokumen Akademik

Ada dua poin utama yang ditekankan Gubernur terkait syarat penerima. Program ini khusus diperuntukkan bagi putra-putri asli atau yang menetap di Kaltim. Kategori mahasiswa yang dirioritaskan adalah mahasiswa jalur reguler, bukan kelas eksekutif atau program khusus lainnya. “Mahasiswa reguler yang kami sasar, bukan yang (kelas) eksekutif. Di sinilah letak kekeliruan pemahaman yang sering terjadi di lapangan,” tegasnya.

Selain bantuan untuk pelajar dan mahasiswa, Rudy mengingatkan bahwa pilar utama Gratispol juga menyentuh kesejahteraan dan peningkatan kapasitas guru. Baginya, investasi pada tenaga pendidik adalah kunci transformasi pendidikan di Kaltim.

Baca juga  Pemprov Kaltim Genjot Pasar Murah: Senjata Utama Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok

“Kualitas siswa dan mahasiswa sangat bergantung pada siapa yang mengajar. Jika kualitas gurunya hebat, maka peserta didiknya otomatis akan mengikuti,” pungkas Rudy.

Pemprov Kaltim berkomitmen untuk terus mengevaluasi penyaluran bantuan ini agar lebih tepat sasaran pada periode mendatang, sekaligus memastikan transparansi anggaran tetap terjaga di tengah keterbatasan fiskal yang ada. (csv)

Bagikan