Samarinda Gelar Ekspos IKLH 2025: Kualitas Udara Membaik, Penertiban Sungai Diperketat

Selasa, 16 Desember 2025
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menyampaikan dukungannya agar kualitas lingkungan hidup di Kota Tepian makin membaik. (istimewa)

​BAIT.ID – Pemkot Samarinda menunjukkan komitmen serius terhadap kondisi lingkungan kota melalui Ekspos Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Tahun 2025. Acara strategis yang dipimpin oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini berlangsung di Ruang Rapat Belida, Kantor Dinas Perikanan, dan menjadi forum penting untuk membedah kondisi lingkungan kota serta memperkuat sinergi lintas sektor dan partisipasi warga.

Dalam pemaparannya, Plt Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, menekankan bahwa IKLH adalah barometer vital yang memantau dan mengevaluasi kesehatan lingkungan, mencakup tiga pilar utama, kualitas air, udara, dan tanah.​ “Ekspos ini tidak hanya menyampaikan hasil pengukuran tim DLH, tetapi juga membuka ruang masukan dari berbagai pihak agar kualitas lingkungan hidup Samarinda dapat terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Suwarso.​

Baca juga  Krisis Pengawasan Tambang: 32 Orang Kawal 200 Tambang di Kaltim

Ia menyampaikan kabar baik terkait kualitas udara Samarinda yang kini menempati lima besar terbaik di Kaltim, bahkan berada di posisi kedua setelah Balikpapan. Capaian ini memicu optimisme DLH.​ “Kita harus optimistis bisa menyusul Balikpapan. Semangat peningkatan kualitas lingkungan tidak boleh padam, meski dengan keterbatasan anggaran,” tegasnya.

Selain fokus pada indikator, DLH juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat pembinaan dan pengawasan. Sektor usaha dan layanan publik, mulai dari hotel, klinik, restoran, swalayan, hingga rumah sakit, akan menjadi perhatian utama, khususnya dalam hal pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan.

​Terkait isu Sungai Karang Mumus (SKM), pelaksanaan IKLH 2025 turut mencakup pemantauan ketat, yang dilakukan bersama komunitas lingkungan melalui aksi pembersihan sungai secara berkala. Aksi ini tidak hanya berorientasi pada fisik sungai, tetapi juga edukasi dan sosialisasi agar masyarakat lebih peduli.​

Baca juga  Bupati Mahulu Resmi Dilantik, Pemprov dan DPRD Kaltim Dorong Percepatan Pembangunan

“Mulai Januari mendatang, patroli pengawasan akan kami perluas, dari darat hingga ke sungai. Ini termasuk penerapan sanksi administrasi tegas bagi para pelanggar,” jelas Suwarso, menandakan era penertiban yang lebih ketat.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, memberikan apresiasi tinggi kepada DLH dan semua pihak yang terlibat dalam penyusunan IKLH. Menurutnya, data ini adalah pondasi krusial bagi perencanaan pembangunan daerah ke depan.

​“Data IKLH sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan. Dari data ini, kita bisa tahu sektor mana yang sudah baik dan sektor mana yang memerlukan perhatian serta investasi lebih kuat,” jelas Saefuddin.​

Baca juga  Bangun Basis Data yang Kuat, Samarinda Pererat Sinergi dengan BPS

Ia juga menyoroti tantangan terbesar dalam pengelolaan lingkungan, seperti perawatan sarana dan prasarana. Tantangan ini meliputi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), instalasi pengelolaan limbah, serta dampak langsung aktivitas masyarakat terhadap kualitas udara dan air.​

“Di Samarinda, kita bisa menyiapkan sarana. Tetapi tantangan utamanya ada pada perawatan. Di sinilah peran lurah dan perangkat wilayah untuk terus mengingatkan masyarakat agar menjaga fasilitas yang telah dibangun dan menjaga lingkungan bersama-sama,” pungkas Wakil Wali Kota, mengakhiri ekspos dengan pesan penting tentang tanggung jawab kolektif. (csv)

Bagikan