Samarinda Jaga Tren Inflasi: Stok Beras Aman, Harga Cabai Mulai “Pedas” Jelang Ramadan

Selasa, 13 Januari 2026
Pemkot Samarinda menyiapkan antisipasi inflasi bahan pokok menjelang Ramadan tahun ini. (istimewa)

BAIT.ID – Meski bulan suci Ramadan masih beberapa waktu lagi, Pemkot Samarinda mulai memasang kuda-kuda untuk meredam gejolak harga pangan. Langkah ini diambil guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren inflasi yang sejauh ini masih diklaim stabil.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan di Samarinda pada Desember 2025 berada di angka 2,70 persen. Angka ini dinilai masih aman karena berada dalam koridor target nasional (1,5 hingga 3,5 persen). Namun, pemerintah enggan terlena dengan angka di atas kertas tersebut.

Baca juga  Samarinda Bahas Penyediaan Air Minum Aman dalam FGD Lintas Sektor

Pantauan tim di lapangan pada minggu kedua Januari 2026 menunjukkan beberapa komoditas mulai mengalami fluktuasi. Faktor cuaca disinyalir menjadi penyebab utama melambungnya harga kelompok sayuran, terutama cabai.

Seperti Cabai Rawit saat ini harganya menyentuh Rp67.500 per kg (Komoditas paling fluktuatif). Untuk Cabai Merah Besar Rp42.500 per kg, Bawang Merah Rp45.500 per kg dan Bawang Putih Rp37.500 per kg.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga rantai pasok agar tidak terjadi kelangkaan yang memicu lonjakan harga ekstrem. “Kami pastikan inflasi tetap terkendali. Koordinasi dengan petani, distributor, hingga pemantauan di pasar-pasar terus diperketat,” ungkapnya usai mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi secara virtual, Senin 12 Januari 2026.

Baca juga  Penyedia Layanan Pastikan Dukung Program Internet Desa

Ada beberapa poin krusial yang menjadi catatan Pemkot untuk menghadapi masa sibuk Ramadan dan Idulfitri. Pertama terkait stok beras, Bulog pun diminta bisa memastikan cadangan beras aman hingga Lebaran 2026. Kemudian, minyak goreng, akan ada pengawasan ketat agar harga di pasar tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kemudian produksi lokal seperti peternak telur ayam ras lokal terus didorong untuk meningkatkan produksi. Apalagi komoditas ini juga sangat dibutuhkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga  Tutup Tahun 2025, Andi Harun Ingatkan Pemkot Samarinda Bersiap Hadapi Tantangan 2026

Pemerintah Pusat melalui Kemendagri juga telah mengingatkan daerah untuk melakukan evaluasi tren harga selama tiga tahun terakhir. Hal ini bertujuan agar lonjakan musiman yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan bisa diantisipasi lebih awal.

Dengan pengawasan yang dilakukan Perumda Varia Niaga dan Dinas Perdagangan, warga Samarinda diharapkan bisa menjalani ibadah Ramadan mendatang dengan tenang tanpa dihantui kenaikan harga pangan yang mencekik. (csv)

Bagikan