Samarinda Serius Garap Proyek Konversi Sampah Jadi Listrik

Minggu, 12 Oktober 2025
Wali Kota Samarinda menerima perwakilan perusahaan Tiongkok yang berencana membangun pembangkit listrik tenaga sampah. (istimewa)

BAIT.ID – Pemkot Samarinda mulai melangkah serius menggarap pemanfaatan energi terbarukan melalui proyek konversi sampah menjadi listrik. Langkah ini menjadi upaya strategis kota tepian untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat pasokan energi bersih.

Rencana tersebut ditandai dengan pertemuan awal antara Pemkot Samarinda dan Shanghai SUS International, perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang pengolahan limbah menjadi energi, pada Jumat, 10 Oktober 2025. Sebelumnya, rombongan perusahaan ini juga telah bertemu Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Dalam pertemuan itu, Vice President Director of SUS Environment International, Stephen, memaparkan rekam jejak perusahaan yang telah berpengalaman mengelola ratusan ribu ton sampah per hari di berbagai negara. Samarinda, kata dia, termasuk dalam 33 kabupaten/kota yang mendapat alokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dari pemerintah pusat melalui program nasional Waste to Energy.

Baca juga  Sentuhan Brasil di Bawah Mistar, Joao Gabriel Asah Kualitas Kiper Borneo FC

“Kami melihat Samarinda punya potensi besar. Kami siap menjajaki peluang investasi untuk mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di sini,” ujarnya.

Wali Kota Andi Harun menyambut antusias peluang kerja sama tersebut. Ia menegaskan kesiapan Pemkot untuk mempercepat proses tindak lanjut begitu proposal resmi diterima. “Saya akan menunggu proposal lengkap dari pihak perusahaan dan segera berkoordinasi dengan Asisten II untuk menjadwalkan pertemuan lanjutan,” kata Andi Harun.

Baca juga  Rekor Sapu Bersih Borneo FC Tetap Tak Tergoyahkan

Menurutnya, dengan volume sampah sekitar 1.000 ton per hari, Samarinda memiliki kapasitas yang cukup besar untuk mendukung proyek PLTSa ini. Ia berharap kehadiran proyek tersebut tidak hanya mengurangi timbunan sampah kota, tapi juga menghadirkan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.

“Kalau memang ada niatan investasi pengelolaan sampah di Samarinda, kita pasti dukung. Kalau bisa, percepat saja agar program ini segera berjalan,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan bahwa Pemkot masih menunggu terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) sebagai payung hukum proyek nasional ini. Namun, ia berharap Shanghai SUS International dapat segera mengirimkan proposal resmi kerja sama.

Baca juga  LBH Unmul Ambil Tiga Langkah Penting Kawal Kasus Tambang Ilegal di KHDTK

“Supaya kami bisa mulai merancang skema kerja sama, mempelajari apa saja yang perlu disiapkan, serta menghitung manfaat yang bisa diperoleh dari proyek ini,” ujar Marnabas.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Samarinda tak lagi sekadar menangani sampah, tetapi ingin mengubahnya menjadi sumber daya bernilai, sejalan dengan upaya mempercepat transisi energi bersih di daerah. (csv)

Bagikan