Seno Aji Beri Sinyal Bersih-Bersih Internal: Kader Pasif Silakan Minggir!

Jumat, 6 Februari 2026
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji yang juga Ketua DPD Gerindra Kaltim menyampaikan pidato politik saat peringatan HUT Gerindra di Kaltim.

BAIT.ID – Momentum hari lahir Partai Gerindra ke-18 di Kaltim tidak sekadar menjadi ajang seremoni. Di balik kemeriahan perayaan yang digelar di Kantor DPD Gerindra Kaltim, Jumat 6 Februari 2026, terselip pesan politik yang dingin dan tegas dari sang nakhoda, Seno Aji.

Ketua DPD Gerindra Kaltim yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kaltim tersebut memberikan peringatan keras kepada jajarannya, loyalitas tanpa batas, atau angkat kaki.

Dihadapan kader yang bergabung secara daring dari seluruh penjuru Bumi Etam, Seno Aji tidak ragu menyentil fenomena pengurus pajangan yang minim kontribusi. Ia menegaskan bahwa pintu keluar selalu terbuka bagi mereka yang tidak mampu mengimbangi akselerasi partai.

Baca juga  Pemprov Kaltim Terus Lobi Kementerian PAN-RB, Perjuangkan Honorer Non Data Base

“Ini hari sakral, hari kelahiran Partai Gerindra ke-18. Tapi bagi pengurus yang tidak peduli dan tidak aktif, silakan bergeser. Masih sangat banyak pejuang lain yang mengantre untuk masuk dan mengabdi di kepengurusan ini,” ujar Seno dengan nada lugas.

Langkah tegas ini bukan tanpa dasar. Seno membawa diskursus filosofis ke dalam pidatonya dengan mengutip teori realisme dari Thucydides: “The strong do what they can and the weak suffer what they must.”

Baca juga  Borneo FC Sapu Bersih Empat Laga, Lefundes Ingatkan Tim Tetap Fokus

Pesan tersebut menjadi sinyal bahwa Gerindra Kaltim tidak ingin menjadi entitas politik yang lemah di tahun-tahun mendatang. Kekuatan struktur diminta dibangun dari dasar. Dari PAC hingga ranting wajib hidup dan bukan sekadar nama di atas kertas. Target 2029 juga jelas, memenangkan kursi legislatif dan mendudukkan kader di seluruh kursi Kepala Daerah se-Kaltim.

“Kalau kita kuat, kita bisa menentukan arah sejarah. Kita bisa menempatkan kader terbaik sebagai pemimpin. Tapi itu mustahil tercapai tanpa soliditas yang absolut,” tambahnya.

Baca juga  DPD Gerindra Kaltim Matangkan Persiapan Rakerda, Susun Arah Baru Organisasi

Meski Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi, Seno Aji menegaskan bahwa mesin partai mulai dipanaskan sejak detik ini. Tahun 2026 dicanangkan sebagai tahun akselerasi total dengan evaluasi progresif di setiap tingkat kepengurusan.

Konsolidasi internal ini menjadi penegas bahwa Gerindra Kaltim di bawah komando Seno Aji tengah melakukan pembersihan elemen-elemen pasif untuk menyongsong kemenangan besar di masa depan. Momentum HUT ke-18 ini bukan sekadar perayaan angka, melainkan manifesto perjuangan untuk partai yang lebih solid dan berdampak nyata. (csv)

Bagikan