BAIT.ID – SMAN 3 Samarinda resmi menyandang status sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Penunjukan ini mengukuhkan posisi sekolah tersebut dalam jajaran elit 140 SMA Negeri di Indonesia yang menjadi percontohan kurikulum berbasis teknologi mutakhir.
Penetapan ini didasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 010 Tahun 2026 yang dirilis pertengahan Maret lalu. Di Kaltim, mandat sebagai motor penggerak pendidikan abad ke-21 ini hanya diberikan kepada dua satuan pendidikan: SMAN 3 Samarinda dan SMAN 1 Balikpapan.
Kepala SMAN 3 Samarinda, Supartinah, menyebut pencapaian ini sebagai momentum krusial bagi transformasi pendidikan di Bumi Etam. Menurutnya, status sekolah model ini bukan sekadar label, melainkan tanggung jawab untuk memperkuat kompetensi siswa di bidang inovasi.
“Ini menjadi kado bagi masyarakat Samarinda. Kami ingin sekolah ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi pusat inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” ujar Supartinah, Selasa 24 Maret 2026.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, implementasi Kecerdasan Artifisial (AI) dan koding di sekolah ini tidak akan terbatas sebagai mata pelajaran mandiri. Penanggung Jawab Sekolah Model SMAN 3 Samarinda, Fathur Rachim, menjelaskan bahwa teknologi tersebut akan diintegrasikan ke dalam seluruh ekosistem pembelajaran.
Fathur memproyeksikan SMAN 3 Samarinda akan berfungsi layaknya laboratorium inovasi. Fokus utamanya adalah melatih siswa memecahkan masalah nyata melalui logika sistematis dan penggunaan teknologi secara bijak. “Road map menuju tahap ini sebenarnya sudah kami susun sejak Juli 2025. Target kami, dalam dua tahun ke depan sekolah ini bisa menjadi barometer nasional untuk implementasi PM dan KKA,” kata Fathur.
Pengembangan sekolah model ini akan dibagi ke dalam empat fase, mulai dari tahap pra-berkembang hingga mencapai predikat unggul. Sebagai sekolah rujukan, SMAN 3 Samarinda kini memegang peran sebagai pusat benchmarking (titik acuan) bagi sekolah lain di Kaltim yang ingin melakukan transformasi digital serupa.
Program strategis di bawah naungan Kemendikdasmen ini diharapkan mampu mencetak generasi yang kompetitif dalam menghadapi transformasi global yang kian cepat. (csv)








