BAIT.ID – Kabar segar bagi warga Samarinda yang sering mengeluhkan pasokan bahan bakar. Pemkot Samarinda baru saja memberi lampu hijau bagi PT Pertamina Patra Niaga untuk membangun terminal BBM (fuel terminal) baru di kawasan Palaran.
Proyek ambisius yang akan berlokasi di Kelurahan Handil Bakti ini bukan sekadar pemindahan fasilitas, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi di Kaltim.
Rencana tersebut ditargetkan rampung di 2028 mendatang dan rencananya akan dikerjakan PT Elnusa Tbk dengan masa konstruksi sekitar dua tahun. Jika pembangunan dimulai tahun ini, warga Samarinda bisa mengharapkan fasilitas ini beroperasi penuh pada awal 2028.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut proyek ini sebagai jawaban atas kebutuhan BBM masyarakat yang terus melonjak. Selama ini, distribusi sering kali terkendala kapasitas. Dengan adanya terminal terpadu ini, jalur distribusi diharapkan lebih cepat dan stok di SPBU lebih stabil.
“Kami bersyukur akhirnya ada kepastian pembangunan fuel terminal di Samarinda. Tapi, investasi ini jangan cuma memperkuat energi, harus ada manfaat ekonomi langsung buat warga,” tegas Andi Harun saat pertemuan di Hotel Fugo, Selasa 3 Maret 2026.
Meski mendukung penuh, Andi Harun memberikan beberapa catatan penting agar proyek ini tidak menyisakan masalah di kemudian hari. Pertama soal kejelasan regulasi, Pemkot meminta kepastian soal izin lokasi dan sinkronisasi dengan rencana Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP).
Kemudian untuk tenaga kerja lokal, investasi besar ini wajib membawa dampak nyata bagi “urusan perut” warga sekitar. Pemkot berharap adanya penyerapan tenaga kerja lokal dalam operasionalnya nanti.
Dengan berpindahnya pusat distribusi ke Palaran, beban lalu lintas kendaraan berat di pusat kota juga berpotensi berkurang, membuat mobilitas warga menjadi lebih aman dan nyaman. (csv)







