Sudah 54 SPPG Beroperasi di Kaltim, 95 Dapur Terverifikasi Badan Gizi Nasional

Kamis, 23 Oktober 2025
Pemprov Kaltim berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk memperkuat program MBG di Benua Etam. (istimewa)

BAIT.ID – Pemprov Kaltim terus memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah Bumi Etam.

Pendamping Koordinator Regional BGN Kaltim, Sirajul Amin Mubarak, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 95 SPPG di Kaltim yang telah mendapatkan surat keputusan (SK) dan terverifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dari jumlah tersebut, 54 SPPG sudah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan.

Baca juga  DPRD Samarinda Desak Pembangunan TPA Zona 2 Segera Rampung

“Total penerima manfaat program MBG di Kaltim mencapai sekitar 129 ribu orang. Kini, persyaratan bagi SPPG juga lebih diperketat, termasuk kewajiban memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk memastikan kelayakan penyediaan makanan bergizi,” jelas Sirajul dalam Rapat Satgas Percepatan Pelaksanaan MBG di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu 22 Oktober 2025.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat dan membina pelaksanaan program MBG. Menurutnya, peran Satuan Tugas (Satgas) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Baca juga  Penyelenggara Pemilu Harus Bangun Simpul untuk Jaga Demokrasi

“Satgas kabupaten dan kota memiliki tanggung jawab besar menyiapkan lahan di tiga titik lokasi SPPG, agar program MBG bisa menjangkau seluruh wilayah,” ujarnya.

Sri juga menargetkan setiap kabupaten/kota dapat menyelesaikan minimal tiga SPPG hingga Desember 2025. Selain itu, ia meminta agar dilakukan pemetaan sebaran SPPG secara menyeluruh, mencakup aspek distribusi, infrastruktur, hingga ketersediaan sumber daya alam di tiap daerah.

Baca juga  DPRD Kaltim Minta Kesiapsiagaan Lingkungan dan Bencana Jadi Prioritas

“Langkah ini akan menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak sekolah dan menekan angka stunting, tetapi juga mendorong ketahanan pangan lokal melalui pemanfaatan hasil pertanian dan peternakan daerah,” pungkasnya. (csv)

Bagikan