Tambahan DBH Jadi Angin Segar untuk Keuangan Kaltim

Senin, 13 Oktober 2025
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji

BAIT.IDPemprov Kaltim boleh sedikit menghela napas lega. Pemerintah pusat menjanjikan tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) yang akan mulai disalurkan pada triwulan pertama tahun 2026 mendatang.

Kabar tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, usai menghadiri rapat koordinasi bersama jajaran Pemprov, Senin pagi, 13 Oktober 2025. Menurutnya, janji penambahan dana ini merupakan hasil pertemuan sejumlah gubernur daerah penghasil sumber daya alam dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca juga  Borneo FC Siapkan Racikan Taktik Jelang Duel Pembuka Lawan Bhayangkara FC

“Jadi antara Februari atau Maret nanti kita akan menerima tambahan dari pusat,” ujar Seno.

Selain tambahan DBH tahun depan, Pemprov Kaltim juga masih menanti realisasi pembayaran kurang salur DBH dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sesuai rencana, dana tambahan sebesar Rp1,1 triliun akan cair pada November 2025.

Meski begitu, suntikan dana tersebut belum mampu menutup defisit APBD yang saat ini mencapai sekitar Rp3 triliun. Seno menjelaskan, defisit tak hanya disebabkan oleh pemangkasan DBH, tetapi juga penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat melambatnya perekonomian.

Baca juga  Program Sekolah Garuda Diluncurkan, Kaltim Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

“Kondisi ini berdampak ke seluruh daerah, termasuk kabupaten dan kota. Dana transfer ikut berkurang, karena itu kami dorong pemerintah daerah memperkuat PAD masing-masing,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kaltim tengah menyiapkan strategi efisiensi bersama pemerintah kabupaten dan kota. Salah satu caranya, menggabungkan sejumlah program pembangunan lintas daerah agar hasilnya lebih luas dan efektif. “Beberapa kegiatan bisa dijalankan secara kolaboratif supaya lebih hemat dan manfaatnya dapat dirasakan bersama,” tutup Seno. (csv)

Baca juga  Ranperda PPLH Dinilai Belum Sentuh Akar Kerusakan Lingkungan di Kaltim
Bagikan