Transaksi Digital Kaltim Melonjak, Dominasi 55 Persen Pasar Kalimantan

Senin, 3 November 2025
Perkembangan transaksi digital di Kaltim berkembang pesat. Bahkan jadi yang tertinggi se-Kalimantan dengan menguasai 55 persen transaksi. (ilustrasi)

BAIT.ID – Ekonomi Kalimantan Timur terus memperlihatkan geliat positif, salah satunya ditopang pesatnya penggunaan transaksi digital di daerah ini. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, mengungkapkan Kaltim kini menjadi wilayah dengan kontribusi transaksi non-tunai terbesar di Kalimantan.

Menurut Budi, porsi transaksi digital Kaltim mencapai 55 persen dari total transaksi non-tunai di seluruh Kalimantan. Angka tersebut sekaligus menegaskan posisi Kaltim sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ini.

Baca juga  Buntut Insiden Ditabraknya Jembatan Mahulu, Jalur Pelayaran Samarinda Ditutup Sementara

“Yang mendukung pertumbuhan ekonomi kita saat ini salah satunya adalah tingginya transaksi digital. Ini mempercepat aktivitas ekonomi, terutama di sektor ritel,” ujar Budi di Samarinda, belum lama ini.

Budi menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan pelaku sistem pembayaran di Kaltim dalam memperkuat ekosistem transaksi digital. Adaptasi masyarakat dan pelaku usaha terhadap penggunaan QRIS hingga perangkat Electronic Data Capture (EDC) turut mempercepat penetrasi pembayaran elektronik.

Baca juga  Kaltim Resmi Punya 4 Perda Baru, Dari Urusan Lingkungan Hingga Pendidikan

“Alhamdulillah, kerja sama antara BI, OJK, dan perbankan maupun pelaku sistem pembayaran berjalan sangat baik. Kini baik merchant maupun konsumen sudah terbiasa menggunakan QRIS dan EDC,” jelasnya.

Tren penggunaan pembayaran non-tunai di Kaltim juga diketahui terus tumbuh agresif. Budi menyebutkan, pertumbuhan transaksi digital di Bumi Etam konsisten mencatatkan kenaikan di atas 100 persen, bahkan pada periode tertentu pernah menembus 300 persen.

Baca juga  Ibu Hamil Jadi Kelompok Rentan Hepatitis, Dinkes Kaltim Cegah Penularan ke Bayi

“Pembayaran non-tunai di Kaltim terus berkembang pesat, dan ini menjadi indikator penting bahwa masyarakat semakin percaya dan nyaman bertransaksi secara digital,” katanya.

Dengan kontribusi signifikan tersebut, Kaltim dipandang semakin siap melangkah menuju pematangan ekonomi digital dan mendukung transformasi sistem pembayaran nasional yang lebih inklusif dan efisien. (csv)

Bagikan